Politik & Pemerintahan

Sadarestuwati Tekankan Pentingnya Pengamalan Empat Pilar Kebangsaan di Tengah Arus Globalisasi

BARENG, Kabar Jombang.com – Di tengah derasnya arus globalisasi, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di SDN Banjaragung 2, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Sabtu (27/9/2025).

“Empat Pilar Kebangsaan ini harus benar-benar kita pahami dan implementasikan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Ini penting agar terbentuk karakter bangsa yang berkepribadian luhur,” ujar Sadarestuwati, yang akrab disapa Mbak Estu.

Politisi perempuan asal Jombang itu menegaskan, masyarakat perlu memperkuat pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga budaya dan kearifan lokal.

“Mulai dari hal-hal kecil seperti melestarikan budaya tradisional dan kebiasaan sosial. Itulah bentuk pengamalan nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi yang serba digital,” tegas Mbak Estu.

Tak hanya itu, ia juga mendorong pembentukan kelompok pemberdayaan perempuan di tingkat desa sebagai langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di kalangan ibu rumah tangga.

“Insya Allah kami akan mendukung penuh jika ibu-ibu ingin membentuk kelompok perempuan berdaya yang bisa menopang ekonomi keluarga. Kami siap membantu dari segi pembinaan maupun fasilitas pendukung,” ujarnya disambut antusias para peserta yang mayoritas kaum ibu.

Mbak Estu berharap, kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat semangat kebangsaan, tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi dan jiwa wirausaha perempuan Jombang.

Sadarestuwati Tegaskan Dana PIP Tak Boleh Dipotong, Murni Hak Siswa

Dalam kesempatan yang sama, Sadarestuwati juga menyinggung soal Program Indonesia Pintar (PIP). Ia mengingatkan bahwa dana PIP adalah hak penuh siswa dan tidak boleh ada pemotongan dalam bentuk apa pun oleh pihak sekolah atau lembaga lain.

“Tentunya saya berharap ada timbal balik berupa prestasi belajar, bukan berupa uang. Kalau ada yang memotong PIP, laporkan langsung. PIP itu milik anak-anak kita,” tegasnya di hadapan ratusan peserta, yang terdiri dari tokoh masyarakat, orang tua murid, dan kader partai.

Ia menekankan pentingnya pengawasan bersama agar distribusi PIP berjalan transparan dan adil, demi memastikan pendidikan sebagai hak dasar setiap anak bangsa tidak disalahgunakan.

Di akhir acara, Sadarestuwati menyerahkan secara simbolis sertifikat penerima PIP kepada orang tua wali murid, sebagai wujud komitmen dukungan terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Jombang.

Leave a Comment