Para buruh korban PHK di Jombang saat lakukan aksi demo. (Kevin Nizar/dok)
JOMBANG, KabarJombang.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang mengonfirmasi bahwa PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) melakukan perekrutan ratusan tenaga kerja baru di saat perusahaan masih menjalankan proses pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan tetap.
Kepala Disnaker Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan klarifikasi langsung dengan manajemen PT SGS. Pertemuan itu digelar sebagai tindak lanjut atas laporan yang disampaikan Gerakan Arek Suroboyo Jombang Peduli (GAS JP) terkait dugaan masuknya pekerja baru di perusahaan tersebut.
“Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan mengakui memang ada perekrutan tenaga kerja baru. Klarifikasi ini kami lakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dari GAS JP,” ujar Isawan, Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan penjelasan manajemen, lanjut Isawan, perusahaan merekrut sekitar 500 hingga 600 pekerja dengan sistem alih daya (outsourcing). Sementara para pekerja yang sebelumnya terkena PHK merupakan karyawan tetap perusahaan.
Ia menjelaskan, sebagian besar tenaga kerja baru ditempatkan pada sektor penunjang operasional, seperti bagian perbaikan (repair) serta sejumlah unit pendukung lainnya. Namun hingga saat ini Disnaker belum memperoleh rincian lengkap mengenai jenis pekerjaan maupun jumlah pekerja yang ditempatkan pada masing-masing divisi.
Menurut Isawan, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah jumlah tenaga kerja yang direkrut memiliki keterkaitan dengan jumlah pekerja yang terkena PHK. Hal itu disebabkan perusahaan belum menyerahkan data administrasi secara menyeluruh saat proses klarifikasi berlangsung.
Karena itu, Disnaker Jombang menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan manajemen PT SGS pada Jumat (10/7/2026). Dalam agenda tersebut, perusahaan diminta membawa data lengkap mengenai jumlah pekerja yang diberhentikan serta tenaga kerja baru yang telah direkrut.
“Hasil pertemuan selanjutnya akan menjadi dasar bagi kami untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, termasuk jumlah pekerja yang di-PHK maupun yang direkrut,” kata Isawan.
Ia menambahkan, Disnaker Jombang bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur akan menunggu hasil klarifikasi lanjutan sebelum menentukan langkah penyelesaian sesuai kewenangan masing-masing.
Sementara itu, alasan PT SGS melakukan PHK massal terhadap sekitar seribu pekerja terus menjadi sorotan. Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ) menilai kondisi operasional perusahaan masih berjalan normal sehingga mempertanyakan dasar perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Ketua SBPJ, Hadi Purnomo, mengungkapkan pihaknya menemukan adanya aktivitas perekrutan tenaga kerja baru dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, aktivitas produksi, pasokan bahan baku, hingga proses bongkar muat peti kemas di lingkungan perusahaan juga disebut tetap berlangsung seperti biasa.
“Kalau perusahaan benar-benar mengalami kerugian, mengapa masih membuka perekrutan pekerja baru dan kegiatan produksi tetap berjalan? Fakta yang kami temukan di lapangan menunjukkan operasional perusahaan masih normal,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, temuan tersebut akan dijadikan salah satu bahan dalam proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang saat ini ditangani Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur.
Leave a Comment