Dapur SPPG terhenti sementara imbas dana pusat belum cair. (Ilustrasi AI)
JOMBANG, KabarJombang.com– Program andalan Presiden Prabowo yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), saat ini tengah mengalami hambatan di Kabupaten Jombang. Sebanyak 45 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat menghentikan operasionalnya sejak Senin (9/6/2026) akibat dana transfer dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat belum cair.
Kondisi tersebut membuat distribusi layanan MBG di sejumlah wilayah untuk sementara terhenti. Hingga kini, pihak pengelola di daerah masih menunggu kepastian pencairan dana agar operasional dapur dapat kembali berjalan normal.
Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Jombang, Deni Setiawan Hakim, membenarkan adanya penghentian operasional puluhan dapur tersebut disebabkan belum masuknya dana transfer dari pusat.
“Per tanggal 9 Juni 2026 terdapat 45 dapur SPPG di Kabupaten Jombang yang berhenti beroperasi karena dana transfer dari pusat belum cair,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, selama operasional dihentikan, para karyawan SPPG tetap menjalankan aktivitas di lokasi dapur. Namun, kegiatan yang dilakukan hanya sebatas pembersihan dan perawatan fasilitas sembari menunggu dana operasional diterima.
“Saat ini karyawan hanya melakukan bersih-bersih dapur sembari menunggu. Nanti apabila dana tersebut sudah cair, SPPG bisa kembali beroperasi seperti biasa,” ucapnya.
Hingga kini, pihak Korwil BGN Jombang belum memperoleh informasi mengenai jadwal pencairan dana dari BGN pusat. Meski demikian, mereka berharap proses transfer dapat segera dilakukan agar pelayanan MBG kembali berjalan.
“Kami belum mengetahui kapan dana tersebut akan cair karena sampai sekarang belum ada informasi dari pusat. Biasanya pencairan dilakukan secepatnya agar operasional SPPG bisa kembali berjalan,” tuturnya.
Deni menambahkan, pihaknya bersama para kepala SPPG terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan BGN pusat melalui sistem yang telah disediakan, termasuk melalui Tauwas dan kanal pelaporan resmi lainnya.
“Kami beserta kepala-kepala SPPG terus berkomunikasi dengan penyampaian laporan melalui sistem maupun Tauwas yang telah disediakan oleh BGN pusat, ” terangnya.
Ia mengungkapkan keterlambatan transfer dana bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, kondisi serupa pernah dialami sebelumnya, namun saat itu pencairan dana dapat dilakukan dalam waktu kurang dari satu pekan.
“Dulu juga pernah terjadi seperti ini. Namun waktu itu tidak sampai satu minggu, dana sudah kembali dicairkan oleh pusat,” ujarnya.
Meski demikian, Deni mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan transfer dana kali ini.
“Saya tidak tahu kendala teknisnya seperti apa. Yang pasti saat ini dana transfer dari pusat memang belum cair sehingga berdampak pada operasional SPPG,” pungkasnya.
Leave a Comment