Foto: Kondisi jalan lapen penghubung Dusun Butuh, Desa Pandanwangi dan Dusun Geneng, Desa Jombatan, Kabupaten Jombang, tampak mengalami kerusakan dan pengelupasan meski proyek diduga baru dikerjakan pada tahun 2025. (Slamet/KabarJombang.com)
JOMBANG, KabarJombang.com – Jalan lapen di ruas penghubung Dusun Butuh, Desa Pandanwangi dengan Dusun Geneng, Desa Jombatan, menuai sorotan publik. Pasalnya, proyek jalan yang diduga dikerjakan melalui swakelola Dinas PUPR Kabupaten Jombang pada tahun 2025 itu kini sudah mengalami kerusakan, padahal usia pekerjaan belum genap satu tahun.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (12/5/2026), kondisi jalan tampak banyak mengalami pengelupasan pada lapisan penetrasi aspal. Beberapa titik bahkan terlihat berlubang dan bergelombang. Bahkan di sepanjang lokasi pekerjaan tidak ditemukan papan proyek yang memuat informasi kegiatan, sehingga memunculkan pertanyaan dari warga terkait transparansi proyek tersebut.
Sumber berinisial B mengungkapkan, kerusakan terjadi hampir di seluruh ruas jalan, mulai dari gapura sisi timur Dusun Butuh hingga perbatasan masuk Dusun Geneng. Hanya sebagian kecil ruas di area permukiman Geneng yang masih terlihat cukup baik.
“Kalau pekerjaan jalan lapen dikerjakan sesuai standar spesifikasi teknis, seharusnya belum rusak karena umurnya juga belum satu tahun,” ujar B.
Menurutnya, alasan kerusakan akibat beban kendaraan dinilai kurang tepat karena volume kendaraan yang melintas di ruas tersebut relatif kecil.
“Jadi menurut saya, kerusakan ini diduga karena pekerjaan dilakukan secara asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi,” katanya.
B menjelaskan, usia konstruksi jalan lapen seharusnya bisa bertahan hingga lima tahun apabila dikerjakan dengan perencanaan dan kualitas pekerjaan yang baik.
Ia membagi kerusakan jalan dalam dua kategori. Kerusakan ringan terlihat pada permukaan lapen yang mulai memudar dan kasar, serta bagian tepi jalan yang mulai tidak beraturan. Sedangkan kerusakan berat terlihat pada beberapa titik jalan yang bergelombang dan berlubang.
“Kerusakan bergelombang itu memunculkan dugaan pekerjaan pemadatan tanah tidak dilakukan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah lubang berbentuk lingkaran maupun memanjang yang disertai penggerusan material hingga sebagian lapisan lapen hilang.
B menduga, munculnya kerusakan tersebut dipicu proses penggelaran material yang tidak disertai penggilasan atau pemadatan sesuai standar.
“Saya menduga itu pemicu terbesarnya. Tapi silakan saja Dinas PUPR Jombang membantah dengan argumen teknisnya,” ujarnya, sambil tersenyum.
Ia menambahkan, apabila sebuah pekerjaan konstruksi mengalami kerusakan sebelum usia teknisnya berakhir, apalagi belum genap setahun, maka kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai gagal konstruksi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Lalu, berapakah sebenarnya anggaran lapen ruas Geneng-Butuh yang diperkirakan mencapai luas seribu meter persegi tersebut? Meski pekerjaan lapen dilakukan secara misterius tanpa memasang papan proyek,sumber berinisial B akan memaparkan estimasi anggaran lapen sebagai indikator angka kerugian negara.
Sementara itu, dari hasil penelusuran KabarJombang.com di lokasi, jalan memang tampak mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik.
Hari, Ketua RT 05 RW 09 Dusun Geneng, Desa Jombatan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya proyek perbaikan jalan lapen yang dikerjakan Dinas PUPR Jombang pada pertengahan tahun 2025.
“Memang ada proyek perbaikan jalan lapen dari pertigaan Geneng RT 05 RW 09 sampai arah Dusun Butuh Desa Pandanwangi. Kalau yang di Dusun Butuh itu hanya sebagian, tidak total dilapen, hanya ditambal-tambal pakai aspal bakaran. Yang parah itu jalan di tengah sawah Dusun Butuh,” jelasnya, Selasa (12/5/2026).
KabarJombang.com juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Imam Bustomi, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (12/5/2026). Namun hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan.
Wartawan kemudian mendatangi kantor Dinas PUPR Jombang untuk meminta konfirmasi secara langsung. Namun menurut keterangan petugas keamanan bernama Rio, Kepala Dinas belum berada di kantor.
“Pak kadis tidak ada sejak pagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jombang, Agung Setiaji, saat dihubungi mengaku belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait proyek tersebut.
“Maaf mas, masih rapat. Saya cek dulu,” jawabnya singkat.
Leave a Comment