Polemik Masker Scuba, Produsen di Mojowarno Jombang Harapkan Ada Regulasi Pasti

Novita Eki Wardani, produsen masker scuba di Desa/ Kecamatan Mojowarno, Jombang.
  • Whatsapp

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Beredarnya isu larangan menggunakan masker scuba karena dinilai kurang efisien menangkal virus Corona, tak begitu menjadi persoalan bagi salah satu produsen masker scuba di Desa/ Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Pemilik usaha, Novita Eki Wardani menyebut, masker scuba masih menjadi tren di kalangan masyarakat. Hingga kini, Novita Eki masih memproduksi masker scuba sesuai pesanan. Karena tidak ada edaran yang menyatakan pelarangan pemakaian masker jenis kain ini. Bahkan, produksi masker scuba di tempat usahanya ini, masih banyak dan terus meningkat.

Baca Juga

“Kita menjaga kualitas dan ketebalan bahan masker. Kalau soal harga, kita juga bersaing. Satu bulan ini, kami sudah memproduksi 50 ribu masker scuba. Yang kami produksi, kebanyakan dari lembaga-lembaga, instasi swasta dan pemerintah, karena kami memang memproduksi sesuai keinginan pemesan, mulai logo lebaga hingga tulisan identitas lain,” ungkapnya.

Terkait isu pelarangan penggunaan masker scuba, Eki mengaku produksinya sempat ‘goyah’. Pasalnya, sebagian masyarakat ada yang ragu memesan masker dengan teknik digital printing di tempat usahanya. “InsyaAllah, satu bulan ke depan telah mencapai pesanan sekitar 150 ribu masker scuba,” kata Eki.

Sebenarnya, kata Eki, dari tingkat ketebalannya, scuba lebih tebal ketimbang masker berbahan kain pada umumnya. Scuba ini, lanjutnya, biasanya dipakai untuk membuat baju-baju diving atau lebih ke kegiatan olahraga. Sementera bahan yang dia gunakan, memiliki ketebalan 280 sampai 320 gram.

“Memang sih ada scuba lapis dua. Namun, kita masih memproduksi lapis satu saja. Karena sudah tebal,” katanya.

Eki menandaskan, akan menyesuaikan produksi masker scuba-nya jika ada aturan pasti dari pemerintah. Yang di dalamnya mengatur soal ketentuan berapa lapis, ketebalan minimal dan maksimal, serta ketentuan lain. “Kalau memang ada aturan tentang standarisasi pasti dari pemerintah, kita pasti akan menyesuaikan,” tandasnya.

Eki berharap, UMKM (Usaha Mikro Kecil menengah) yang memproduksi masker scuba tidak dilarang. Karena hal ini bias mematikan pergerakan ekonomi di sector UMKM. Ia juga menyayangkan, belum adanya kejelasan standarisasi masker scuba dari pemerintah.

Menurutnya, jika ada isu larangan masker scuba, harusnya segera dibuat standar SNI-nya. Mengingat, masker scuba dinilai Eki, nyaman digunakan, fasionabel, dan harganya murah meriah.

“Yang pasti, masker scuba produksi kami, berbahan tebal. Kualitasnya tentu terjamin. Jenis scuba yang kami produksi mulai ukuran anak-anak, hingga jumbo. Dan kami doakan, semua warga Jombang ini sehat dan tidak gampang terpapar virus Corona. Ya tapi jangan lupa dengan kebiasan baru, yakni memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait