Foto: ilustrasi dibuat dengan AI.
JOMBANG, KabarJombang.com – Produksi jagung di Kabupaten Jombang sepanjang tahun 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, total hasil panen jagung tahun 2025 mencapai 254.814,18 ton.
Capaian tersebut turun sekitar 16 ribu ton dibandingkan produksi tahun 2024 yang berada di angka 271.619,56 ton. Penurunan produksi ini sejalan dengan menyusutnya luas tanam jagung di sejumlah kawasan sentra pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, menyebut berkurangnya produksi jagung dipengaruhi perubahan pola tanam yang dilakukan petani. Banyak lahan yang sebelumnya ditanami jagung kini beralih ditanami padi.
“Luas tanam jagung menurun karena sebagian petani mengganti komoditasnya menjadi padi,” ujar Rony saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 luas lahan jagung hanya tercatat sekitar 31.288,72 hektare. Angka tersebut menyusut cukup besar dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 36.119,20 hektare, atau berkurang sekitar 4.830 hektare.
Menurutnya, peralihan komoditas ini tidak terlepas dari kondisi iklim sepanjang tahun. Fenomena kemarau basah membuat ketersediaan air relatif terjaga sehingga petani menilai budidaya padi lebih aman dan menguntungkan dibandingkan jagung.
“Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, petani melihat padi memiliki risiko lebih rendah dan hasil yang lebih menjanjikan,” jelasnya.
Meski mengalami penurunan, jagung tetap menjadi salah satu komoditas penting bagi Kabupaten Jombang. Produksi ratusan ribu ton per tahun masih berkontribusi besar untuk memenuhi kebutuhan pangan serta bahan baku pakan ternak, baik untuk konsumsi lokal maupun distribusi ke luar daerah.
Rony menambahkan, fluktuasi produksi pertanian merupakan hal wajar. Faktor cuaca, pilihan komoditas, hingga pertimbangan ekonomi petani menjadi penentu utama setiap musim tanam. Ke depan, pemerintah daerah berencana memperkuat pendampingan kepada petani dengan mendorong penerapan pola tanam yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Selain itu, pihaknya berharap adanya peran aktif pemerintah pusat melalui Bulog untuk menyerap hasil panen jagung petani.
“Kami berharap Bulog dapat ikut membeli jagung petani agar harga tetap stabil dan kesejahteraan petani lebih terjamin,” pungkasnya.
Leave a Comment