Petani di Desa Keras, Diwek, Jombang saat memanen bawang merah
DIWEK, KabarJombang.com – Petani bawang merah di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, tengah menikmati masa panen dengan hasil yang memuaskan. Selain produksi yang maksimal, harga jual di tingkat petani yang dinilai cukup baik turut mendongkrak pendapatan mereka.
Salah satunya dirasakan Sunarko, petani bawang merah yang saat ini memanen lahannya seluas sekitar 1.500 meter persegi bersama sejumlah pekerja tani. Menurutnya, kondisi pasar yang masih stabil dan harga yang membaik membuat petani dapat memperoleh keuntungan yang layak.
Dari lahan tersebut, Sunarko menanam sekitar 130 kilogram benih bawang merah. Hasilnya, ia mampu memanen sekitar 2,8 hingga 3 ton bawang merah dalam satu kali musim panen.
Saat ini harga bawang merah di tingkat petani mencapai sekitar Rp23 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup menguntungkan karena masih berada di atas batas minimal yang diharapkan petani.
“Kalau harga di tingkat petani masih di atas Rp20 ribu per kilogram, petani masih bisa senang karena masih ada keuntungan. Soalnya harga benih sekarang sudah sekitar Rp60 ribu per kilogram. Kalau harga jual turun di bawah Rp20 ribu, akan cukup sulit mendapatkan untung,” ujar Sunarko Rabu (8/7/2026).
Meski demikian, Sunarko mengaku budidaya bawang merah tetap memiliki tantangan besar, terutama serangan hama yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman hingga masa panen. Karena itu, perawatan tanaman harus dilakukan secara intensif agar hasil panen tetap optimal.
Dari hasil panen tersebut, Sunarko mengaku mampu meraih omzet sekitar Rp40 juta setiap musim panen. Usaha yang dijalankannya juga turut memberdayakan tenaga kerja lokal yang membantu proses panen dan pengelolaan lahan.
Dengan kondisi harga yang masih menguntungkan dan hasil panen yang melimpah, pihaknya berharap stabilitas harga dapat terus terjaga sehingga usaha pertanian mereka tetap memberikan keuntungan dan mendukung perekonomian masyarakat pedesaan.
Leave a Comment