Pertanian

Hasil Panen Menurun, Durian Lokal Wonosalam Jombang Tetap Dicari

WONOSALAM, KabarJombang.com – Musim panen durian lokal kembali berlangsung di kawasan lereng Gunung Anjasmoro, tepatnya di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Aroma khas durian pegunungan mulai semerbak sejak beberapa pekan terakhir, menandai panen yang selalu dinantikan para pecinta durian.

Namun, panen durian tahun ini tidak semelimpah musim sebelumnya. Kondisi cuaca ekstrem berupa kemarau basah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi berdampak langsung pada produktivitas kebun durian milik warga. Akibatnya, hasil panen mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Salah seorang petani durian, Heri Susanto, warga Dusun Tukum, Desa Wonosalam, mengungkapkan bahwa produksi durian tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Jika sebelumnya ia mampu memanen hingga 500 buah durian per hari, kini jumlahnya hanya berkisar antara 100 hingga 200 buah per hari.

“Produktivitas tahun ini memang menurun. Kalau dibandingkan tahun lalu, selisihnya cukup jauh,” ujar Heri, Sabtu (17/1/2026).

Secara umum, penurunan hasil panen durian di wilayah Wonosalam diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen dari kondisi normal. Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan banyak bunga durian gugur sebelum berkembang menjadi buah. Selain itu, hujan lebat yang hampir terjadi setiap hari juga membuat sebagian buah durian jatuh sebelum mencapai tingkat kematangan optimal.

“Di sini hujan hampir setiap hari, jadi banyak durian yang jatuh sebelum tua,” jelasnya.

Berkurangnya pasokan durian berdampak pada kenaikan harga di tingkat petani. Meski demikian, minat pasar terhadap durian lokal Wonosalam tetap tinggi. Kondisi ini membuat durian tetap cepat terserap oleh pembeli meskipun harganya mengalami kenaikan.

Saat ini, durian lokal asal Wonosalam dijual dengan harga berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas buah. Kendati harga naik, pembeli masih terus berdatangan karena cita rasa khas durian lereng Anjasmoro yang dikenal legit dengan sentuhan pahit yang kuat.

“Walaupun stok terbatas, durian tetap laris dan habis setiap hari,” pungkas Heri.

Leave a Comment