Zul haris Zuhri saat mengamati persemaian bibit melon. (istimewa).
BANDAR KEDUNGMULYO, KabarJombang.com-Green house ketahanan pangan di Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, nampaknya layak menjadi percontohan proyek ketahanan pangan yang mengunakan Dana Desa (DD).
Betapa tidak, green house yang dibangun akhir Desember 2025 yang ditanami melon dengan sistem hidroponic itu, kini memasuki tanam kedua. Kembali ditanami melon tersebut karena sebelumnya hasil panen cukup menggembiraka meskipun belum mencapai maksimal.
Saat ini, bibit melon jenis Inthanon Rz Golden Emeral sudah dalam tahap persemaian yang dijadwalkan seminggu lagi ditanam di media hidroponic.
Pengelola green house Barongsawahan, Zul haris Zuhri mengatakan, dalam musim tanam ini ditargetkan hasil panennya mencapai 90 persen. Demikian ini karena selain pengalaman dari musim tanam sebelumnya juga ada peralatan sistem hidroponic yang sebelumnya manual kini otomatis.
“Kami optimis dengan pengalaman tanam sebelumnya serta adanya peralatan hidroponic yang otomatis, hasil panennya nanti bisa minimal 90 persen, “ujar Zul Haris Zuhri kepada KabarJombang.com Minggu (21/6/2026).
Menurut Zul Haris Zuhri, biaya produksi pada musim tanam kedua ini juga mengalami penurunan. Kalau sebalumnya perbatangnya biaya produksinya mencapai Rp 12.000 dalam musim tanam kedua ini hanya antara Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu.
“Sebenarnya kalau harga bibit melon dan obat-obatan serta pupuk tidak naik, biaya produksinya hanya sekitar Rp 7 ribu saja perbatang,”pungkas Zul Haris Zuhri.
Sementara itu Kades Barongsawahan, Iman Saputro saat ditemui mengaku bersyukur atas keberhasilan tanam melon dalam green house yang dananya bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2025 lalu dari pos ketahanan pangan.
“Alhamdulillah dalam panen yang pertama kami berhasil kendati belum maksimal. Insya Allah pada musim panen kedua nanti yang hasilnya ditargetkan 90 persen insya Allah tercapai,”kata Iman Saputro, kades muda yang biasa Bang Asep itu.
Leave a Comment