Persaingan Harga Antar Penjual, Produk Tahu Susu Jombang Menurun

Produk tahu susu Jombang produksi Eko. (Foto: DianaKN) 
  • Whatsapp

JOGOROTO, KabarJombang.com – Selama pandemi Covid-19. Tahu susu khas produk Jombang sempat viral. Namun seiring waktu mulai redup karena kurang sehatnya persaingan harga di pasaran.

Hal ini diungkapkan Eko Setyo (28) warga Kedung Boto, Desa/Kecamatan Jogoroto, salah satu penjual tahu susu yang sempat viral.

Baca Juga

“Tahu susu dulu viral-viralnya pada bulan April 2020 ramai banget. Tapi belakangan ini agak turun penjualan. Terus harga juga mulai gak sehat. Penjual tahu susu hancur – hancuran harga,”ungkapnya Minggu (6/9/2020).

Dikatakan Eko, mulai meredupnya keviralan tahu susu Jombang, pada akhir Agustus lalu. Ketika itu, benar-benar terasa akibat banting harga.

“Sekarang yang masih produksi ya yang masih berjualan di harga standar per box Rp 10 ribu sampai Rp 15ribu. Kalau dibawah itu kayaknya sudah gak produksi lagi,”jelasnya.

Menurut Eko, terkadang pembeli juga tidak tahu kualitas tahu susu. “Harga kan bawa rupa, biasanya murah tapi kualitas jelek. Kadang digoreng ambyar gitu juga ada.”tambahnya.

Eko masih produksi tahu susu, namun mengaku tak seramai dulu. Dia sekarang hanya melayani produksi untuk warga sekitar dan beberapa daerah langganan yang masih berjualan.

“Biasanya sampai 500 box kirim luar kota, Jateng, Jabar, dan Jakarta. Sebenarnya ada yang minta dikirim ke luar Jawa dan Malaysia cuma saya ribet tentang kirimnya,”ujarnya.

Ada beberapa varian dalam tahu susu, Eko membuat tiga varian tahu susu. Diantaranya original, keju, dan pedas. “Yang paling laku itu yang original, banyak yang lebih pilih itu, “ucapnya.

 

INSTAGRAM

Berita Terkait