Warga Korban Banjir di Jombang ‘Usir’ Rombongan Organisasi Sayap Partai Gerakan Pemuda Ka’bah

warga korban banjir 'mengusir' rombongan Gerakan Pemuda Kabah organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang datang ke Dusun Kedunggabus Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang, Minggu (7/2/2021).
Tangkapan layar warga korban banjir 'mengusir' rombongan Gerakan Pemuda Kabah organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang datang ke Dusun Kedunggabus Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang, Minggu (7/2/2021).
  • Whatsapp

BANDARKEDUNGMULYO, KabarJombang.com – Sebuah video memperlihatkan warga korban banjir ‘mengusir’ rombongan Gerakan Pemuda Ka’bah organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang datang ke Dusun Kedunggabus Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang, Minggu (7/2/2021).

Rombongan GPK ini berencana menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Jombang.

Baca Juga

Dari informasi yang didapat KabarJombang.com, warga korban banjir mengusir rombongan iring-iringan organisasi sayap PPP Kabupaten Jombang karena di titik tersebut tidak ada pengungsi.

Mobil rombongan GPK diminta balik oleh warga dan jika berniat menyerahkan bantuan untuk korban banjir Jombang diminta langsung ke posko bukan ke perkampungan.

Di dalam video itu nampak sejumlah warga korban banjir mengusir rombongan organisasi sayap Partai Islam tersebut.

Beberapa warga yang sudah berkerumun langsung meminta mereka kembali dan menyerahkan bantuan ke posko bencana yang ada di Kantor Kecamatan atau balai desa.

“Ini bukan parkir mobil, ayo mundur-mundur. Kalau kasih bantuan itu dari sana (posko). Ayo mundur,” kata warga korban banjir dengan nada tinggi di dalam video yang diterima KabarJombang.com tersebut.

“Pegel aku ngandai. Mule (capek aku memberitahu. Pulang),” teriak warga lainnya.

Babinsa Serka FND mengatakan, bahwa dengan kondisi ruas jalan yang hanya cukup dilewati satu mobil dan berjubelnya mobil membuat pengungsi resah.

“Kondisi jalan di pengungsian tepatnya di tangggul Dusun Kedunggabus itu kan hanya muat satu mobil tadi banyak yang mau masuk ngasihkan bantuan langsung ke mereka,” kata Serka FND kepada KabarJombang.com, Minggu (7/2/2021).

Kondisi itu menurutnya membuat warga emosi, beruntung saat rombongan GPK diusir dirinya berada di lokasi sehingga dapat meredam kemarahan korban banjir.

“Saya arahkan tadi karena kondisi pengungsian seperti lebih baik disalurkan melalui tempat yang tepat atau posko di balaidesa,” kata dia menegaskan.

Disinggung mengenai pemilik mobil yang diarahkan mundur milik GPK, dirinya tidak melihat asal mobil tersebut hanya saja dilihatnya berpakaian muslimat atau NU serba hijau.

“Saya gak perhatikan darimana hanya saja tadi terlihat seperti muslimat atau NU mungkin GPK juga ada,” pungkas Serka FND.

Terpisah Ketua GPK Kabupaten Jombang Mujtahidur Ridho mengatakan, ada kesalahanpahaman di lokasi tersebut saat akan menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Dusun Kedunggabus Kecamatan Bandarkedungmulyo.

“Itu salah paham, sekarang sudah aman tidak ada apa-apa. Tadi pengurus saya yang dari kecamatan kesana, tadi kan pas masuk sana gatau kalau banyak mobil yang sudah masuk di depan, gak muat akhirnya ngalahi untuk mundur,” jelasnya singkat.

Berita Terkait