Pergi Sejak Pagi, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Sawah Betek Mojoagung

Proses evakuasi tubuh korban yang ditemukan tak bernyawa di sawah Dusun Betek Barat, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang.
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Warga Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mendadak digemparkan dengan penemuan sesosok lelaki tak bernyawa di pematang sawah Dusun Betek Barat, desa sempat, Sabtu (18/4/2020) malam.

Korban diketahui bernama Muslich (52), warga Dusun Betek Utara, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi sudah kaku oleh Nanang Agus Santoso (34), adiknya sendiri.

Baca Juga

Sebelumnya, korban pergi dari rumahnya sedari pagi untuk ke sawah miliknya, lantaran musim tanam.

Menurut saudara korban, Gendi Harianto (45), korban pergi dari rumahnya sedari pagi ke ke sawah miliknya lantaran musim tanam. Biasanya, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, korban pulang untuk makan siang dan salat zuhur.

Karena korban tak kunjung pulang, anak korban paling kecil kemudian mencarinya. Dalam pencariannya, lanjut Gendi, anaknya hanya menemukan sepeda korban saja. Sementara bapaknya, tidak dia temukan.

“Anaknya langsung pulang dan memberitahu ibunya. Tapi pihak keluarga belum mencari, dikira korban istirahat atau mampir ke warung,” jelas Gendi Harianto.

Waktu berganti petang korban tetap tak pulang, pihak keluarga pun mencari berbekal informasi anaknya paling kecil yang sebelumnya menemukan sepeda korban. Hingga kemudian, korban ditemukan telungkup dan sudah tak bernyawa di pematan sawah.

“Beberapa hari ini, korban sebelumnya pernah mengeluhkan sakit. Tapi tetap memaksakan diri untuk pergi ke sawah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Mojoagung, Kompol Paidi yang berada di lokasi kejadian bersama tim medis melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Di sekitar lokasi penemuan jenazah korban, ditemukan satu buah cangkul, sabit, timba warna oranye, dan botol mineral.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Korban dimungkin kecapekan. Dan korban sebelumnya memiliki riwayat sakit gula,” katanya.

Pantauan di lokasi, proses evakuasi jasad korban sempat mengalami kesulitan, lantaran kondisi gelap dan berada di tengah sawah berlumpur. Meski begitu, jenazah korban berhasil dievakuasi petugas dibantu warga sekitar dari tengah ke pinggir sawah.

Tidak ada perlengkapan alat pelindung diri (APD) dalam proses evakuasi jenazah korban. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ambulans milik Puskesmas Miagan Mojoagung.

Reporter: Jajang

INSTAGRAM

Berita Terkait