Foto : Rendy Ferbi Cahyana, driver ojol perempuan single parent asal Jombang yang tak pernah kenal lelah untuk masa depan anak-anaknya. (Kevin Nizar)
DIWEK, KabarJombang.com – Peringatan Hari Ibu menjadi momentum untuk mengingat perjuangan perempuan-perempuan tangguh yang mengemban peran ganda dalam kehidupan. Salah satunya datang dari Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Seorang ibu tunggal bernama Rendy Ferbi Cahyana (36) setiap hari mengandalkan setang motor dan aplikasi ojek online untuk menopang hidup keluarganya.
Sejak pagi buta, sebelum sebagian besar warga memulai aktivitas, Rendy telah bangun untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang ibu. Memasak, membersihkan rumah, serta memastikan kedua anaknya siap berangkat sekolah menjadi rutinitas yang tak pernah ia tinggalkan. Setelah itu, barulah ia mengenakan jaket hijau khas ojek online dan bersiap menyusuri jalanan Jombang.
Bagi Rendy, menjadi pengemudi ojek online bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan hidup yang ia pilih demi keberlangsungan keluarga. Sejak kepergian sang suami pada 2016, ia harus berdiri sendiri sebagai tulang punggung keluarga, sekaligus figur ibu dan ayah bagi anak-anaknya.
“Pekerjaan ini memberi keleluasaan waktu. Saya bisa tetap bekerja tanpa meninggalkan peran sebagai ibu,” ujar Rendy saat ditemui di kediamannya, Minggu (21/12/2025).
Aktivitas menarik penumpang biasanya ia mulai sekitar pukul 07.00 WIB setelah anak-anak berangkat sekolah. Dengan sepeda motor Honda Beat miliknya, Rendy menerima pesanan hingga sore hari. Tak jarang ia singgah sejenak di basecamp ojol kawasan Jalan Hasyim Asy’ari untuk beristirahat, makan, dan menunaikan ibadah.
Menjelang petang, Rendy memilih kembali ke rumah. Waktu malam sepenuhnya ia dedikasikan untuk mendampingi anak-anak belajar dan berbincang, sebuah momen yang menurutnya tak tergantikan oleh apa pun.
Selama bertahun-tahun bekerja di jalan, sejak 2018 berbagai pengalaman telah ia rasakan, mulai dari penumpang ramah hingga situasi yang membuatnya tidak nyaman. Namun, semua itu ia hadapi dengan keteguhan hati.
“Ada rasa takut, tapi tanggung jawab sebagai ibu lebih besar. Anak-anak harus tetap sekolah dan makan,” tuturnya.
Penghasilan sebagai driver ojol memang tak menentu. Di hari ramai ia bisa membawa pulang lebih dari Rp 100 ribu, sementara di hari sepi, satu pesanan pun terasa sangat berharga. Meski demikian, Rendy memilih untuk terus bersyukur dan bertahan.
Di momen Hari Ibu, Rendy menyampaikan pesan penyemangat bagi para perempuan, khususnya ibu-ibu yang berjuang sendiri menghidupi keluarga.
“Jangan menyerah. Perjuangan kita hari ini adalah bekal masa depan anak-anak,” ucapnya.
Sebagai anggota komunitas Ojek Online Srikandi Kabupaten Jombang, Rendy tidak menaruh harapan muluk. Ia hanya ingin diberi kesehatan dan kekuatan agar bisa terus mendampingi anak-anaknya tumbuh dan meraih cita-cita.
“Selama masih diberi kesehatan, saya akan terus berusaha yang terbaik untuk keluarga dan masa depan anak-anak,” pungkasnya.
Leave a Comment