Perbup New Normal Digodok Pemkab Jombang, Dukungan Mengalir dari PKL

PKL di kawasan Jalan dr Soetomo Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Jombang mendukung upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang yang sedang menggodok Peraturan Bupati (Perbup) terkait persiapan Jombang menghadapi New Normal (normal baru).

Hal ini diungkapkan koordinator PKL Car Free Day (CFD), Sunawi (54). Ia berharap new normal yang akan diberlakukan, bisa memberikan ‘angin segar’ atau harapan baru bagi PKL untuk menyambung hidup. Mengingat, sejak 3 bulan atau berlangsungnya pandemi Corona, PKL CFD tak ada pemasukan untuk menopang biaya hidup keluarganya.

Baca Juga

“Kami benar-benar merasakan imbas pandemi Covid-19. Sebelumnya, kami mencari rezeki hanya seminggu sekali pada even CFD. Alhamdulillah, Pemkab Jombang sudah memfasilitasi tempat bagi kami di kawasan Jalan dr Soetomo, meski bersifat sementara,” ungkapnya.

Sebelum pandemi, lanjut Sunawi, ia mencari rezeki dengan berdagang makanan siap saji di even CFD. Hasilnya pun lumayan. Namun, saat CFD ditiadakan, praktis tidak ada penghasilan untuk biaya hidup keluarganya. Untuk tetap bertahan hidup selama tak ada pemasukan, Sunawi mengaku menawarkan barang dagangannya dari rumah ke rumah.

“Kami berharap Pemkab Jombang bisa segera membuka kembali CFD Jombang. Dengan dibukanya CFD, saya optimis akan kembali menggairah ekonomi kecil di Jombang. Dan kami berjanji akan menaati aturan pemerintah, yakni menerapkan protokol pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Dukungan senada juga diungkapkan Antok, anggota Paguyuban PKL Jalan dr Soetomo. Menurutnya, dengan diterapkannya new normal, akan mengembalikan geliat ekonomi di Jombang, baik secara makro maupun mikro.

“Tentu, kami sangat mendukung pemberlakukan new normal. Setidaknya, seperti kita ini bisa beraktivitas dan produktif,” kata Antok.

Sementara Asnan Setiawan (35), PKL eks Stasiun Jombang, juga mendukung dengan pemberlakukan New Normal, kendati jumlah pasien terkonfirmasi positif Corona masih meningkat di Kota Santri. Pihaknya juga mengapresiasi tenaga medis yang berhasil menyembuhkan pasien positif Corona, meski hingga saat ini prosentasenya masih 8,6 persen.

Ia juga berharap, masyarakat tak perlu memiliki kekhawatiran yang tinggi dengan virus Corona, senyampang mentaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Saya sih berpendapat, new normal segera diterapkan. Demi pergerakan ekonomi di Jombang. Kita akan tetap mematuhi protokol kesehatan kok,” kata Asnan.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Jombang sedang menggodok Perbup terkait persiapan Jombang menghadapi new normal. Ini juga ditegaskan Wakil Bupati Sumrambah, dalam waktu dekat, draf Perbup itu akan dibahas bersama DPRD Jombang.

Di situ, eksekutif diharapkan mendapatkan masukan, saran, dan kritik dari wakil rakyat dan stakeholder sebelum kemudian Perbup itu disahkan.

“Lagi kita persiapkan sebuah Peraturan Bupati Jombang yang intinya mengatur keseluruhan sektor ekonomi dan pendidikan di Pesantren,” kata Sumrambah, Sabtu (30/5/2020).

Sejauh ini, menurut Sumrambah, Pemkab Jombang telah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 dalam dua tahap. Pertama Rp 84 Miliar, kemudian pada tahap kedua ditambah lagi jadi Rp 140 Miliar.

INSTAGRAM

Berita Terkait