Pengusaha Resto Sri Kedaton Mojoagung Berbagi Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Pengusaha Restoran Sri Kedaton Mojoagung, Jombang, saat bagikan 150 paket sembako untuk warga terdampak Covid-19.
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Pandemi virus Corona atau Covid 19 yang ‘memukul’ ekonomi warga, menggugah sebagian warga lain menggelar kegiatan filantropis kepada sesama. Seperti dilakukan Hariyono, pengusaha restoran Sri Kedaton Mojoagung, Kabupaten Jombang ini.

Pada Jumat (17/4/2020) sore kemarin, pengusaha kuliner ini berbagi 150 paket sembako kepada warga tidak mampu serta terdampak Covid-19 seperti tukang becak, pedagang kecil dan lainnya, di halaman Rumah Makan Sri Kedaton, Jalan Raya Sumobito – Mojoagung.

Baca Juga

Adanya wabah Corona, katanya, tentu sangat berdampak pada ekonomi masyarakat. Seperti PKL, karyawan pabrik diliburkan atau dirumahkan, abang becak yang sepi pengguna jasanya, pedagang di sekolah yang libur, serta hampir semua sektor usaha mengalami sepi pembeli.

Dia mengungkapkan, paket sembako yang dibagikan berupa 3 kilogram beras, telur, susu, minyak goreng, dan teh. “Mudah-mudahan dengan sedikit rezeki ini, bisa membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga tidak mampu dan warga terdampak wabah Covid-19,” kata Hariyono.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan inisiatifnya sendiri. Menurutnya, program berbagi ini biasanya dilakukan pihaknya pada bulan Ramadan. “Berhubung ini mendesak, maka Zakat Mal ini kami salurkan saat ini. Karena zakat mal bisa diberikan kapan saja,” imbuh Hariyono.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan sembako, Salamah (56), warga Dusun Jetis, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, mengaku gembira mendapat bantuan sembako. Perempuan yang memiliki 5 anak ini tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT.

“Alhamdulillah, saya merasa terbantu dengan adanya pembagian sembako ini. Baru kali ini saya mendapat bantuan sembako. Saya juga berterima kasih pada pemilik rumah makan Sri Kedaton. Ini sangat membantu saya dan akan saya manfaatkan bersama anak-anak di rumah,” ungkapnya.

Perempuan paruh baya yang biasanya berjualan di Pasar Mojoagung ini mengungkapkan penghasilannya berdagang petai turun drastis sejak virus Corona mewabah. Meski begitu, hingga saat ini, dirinya mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Saya biasanya jualan petai di pasar, tapi sekarang sepi. Biasanya per hari saya dapat penghasilan antara Rp 30 ribu sampai 40 ribu. Tapi sejak adanya virus Corona ini penghasilan saya menurun, per harinya hanya dapat Rp 10 ribu. Kalau bantuan dari pemerintah, nggak ada,” pungkas Salamah.

INSTAGRAM

Berita Terkait