Pengerjaan Rumah BSPS Mandek, Warga Pulo Tawangsari Mengeluh

Suhartono di rumah miliknya yang belum rampung dikerjakan. (Foto: Anggit).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Suhartono (67) warga Pulo Tawangsari, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, mengeluh. Pasalnya, rumah miliknya yang masuk program BSPS hingga kini belum rampung pengerjaannya.

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk rumah Suhartono sebesar Rp 20 juta. Dikatakan Suhartono sejak 7 Januari 2020, rumahnya mulai dibongkar untuk direhab. Namun, begit masuk bulan Maret 2020 lalu pembangunan berhenti.

Baca Juga

“Mandek sejak Maret sampai sekarang ini,” katanya pada KabarJombang.com, Rabu (2/8/2020).

Dikatakan, program bedah ini yang membangun adalah pihak pemerintah desa (Pemdes) setempat. Ia pun tidak mengetahui pasti mengapa sampai bulan ini  pembangunan rumahnya tidak dilanjutkan kembali.

“Kalau dananya dikasih tahu Rp 20 juta untuk pembangunan. Saya pun juga keluar uang Rp 2 juta untuk makan tukang. Sejak Maret sudah gak ada tukang lagi datang,” ungkapnya.

Dari pantauan, rumah Suhartono yang dibangun ulang berada di bagian timur. Pondasi rumah sudah dibangun, tumpukan batu-bata sudah berbentuk rumah, namun belum ada atap.

“Belum ada 50 persen ini pembangunannya. Luas rumah yang dibangun ini panjangnya 11 meter persegi, lebarnya  5,7 meter persegi,” bebernya.

Suhartono hanya berharap pembangunan rumahnya bisa cepat selesai.

Sementara itu, Kepala Desa Pulo Lor, Sugeng Budiono mengatakan mandeknya pengerjaan dikarenakan pandemi Covid-19.

“Pembangunan itu berhenti sementara, jadi bukan berhenti total, karena ada Covid-19,” jelasnya.

Dikatakan, pembangunan sebenanrnya akan dilanjutkan kembali. Karena seluruh material pengerjaan masih ada di lokasi.

“Material seperti kayu, batu-bata, pasir masih ada semua bahkan tukangnya sudah pinjam ongkos,” bebernya.

Ditanya kapan pembangunan akan dilanjutkan kembali ? Sugeng mengatakan masih menunggu kesediaan dari pemilik rumah.

“Pastinya kita menunggu dari pemilik rumah apakah sudah siap untuk dilanjutkan kembali. Karena waktu pihak Pemdes ke lokasi, beliau belum siap untuk pembangunan dilanjutkan karena masih mengumpulkan uang buat konsumsi tukang. Upah tukang juga semua dari Pemdes,” ungkapnya.

 

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait