Penetapan 21 Oktober Bukan Lahirnya Jombang, Tapi Pemerintah Kabupaten

Cak Nas atau Nasrul Ilahi, saat ditemui di kediamannya. (Foto: DianaKN)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Penetapan tanggal 21 Oktober sebagai hari jadi Pemerintah Kabupaten Jombang, bukanlah hari asal-usul Jombang. Meski begitu, ditetapkannya tanggal tersebut tidak menjadi persoalan.

Menurut Nasrul Ilahi, pemerhati sejarah dan budaya Jombang, hingga saat ini, ada beberapa versi tentang asal usul dan lahirnya Jombang. Untuk penetapan hari jadi Pemkab Jombang, beracuan pada penetapan dari pemerintah pusat bahwa dimulainya pemerintahan kabupaten Jombang pada Tahun 1910.

Baca Juga

“Tidak masalah, karena kenyataannya, bahasa sekarang itu SK atau Surat Keputusan dari pemerintah pusat di tahun 1910 adalah benar. Tapi kalau soal lahirnya atau asal usul Jombang itu kapan, sampai sekarang masih banyak versi,” ungkap Cak Nas, sapaan adik kandung Emha Ainun Najib (Cak Nun) ini saat ditemui di kediamannya, Jumat (16/10/2020).

Cak Nas berpesan, agar legowo hari jadi Pemkab Jombang ke 110 ini dirubah, jika suatu saat tercapai kesepakatan ditemukannya hari jadi atau lahirnya Jombang yang paling relevan, dan memenuhi kajian serta penelitian ilmiah. Dalam artian, bukan berpatokan pada hari lahir pemerintahannya.

“Kalau sudah disepakati mengenai asal usul Jombang paling relevan, ya harus legowo, lilo untuk dirubah,” sambung Cak Nas.

Pihaknya mengatakan, setelah terpisah dari Mojokerto, Jombang menjadi Kabupaten sendiri melalui SK dari pemerintah pusat yang dibawa oleh Imam Zahid dari Sumobito.

“Waktu itu pada 1910, Imam Zahid membawakan SK dan diberikan kepada Bupati pertama Jombang dengan simbol membawa tanaman mangga. Sampai sekarang masih ada tanaman-tanaman itu di Ali Fikri Sumobito. Pohon-pohon yang ditanam ada sejak tahun 1910,” jelasnya.

Hingga saat ini, untuk menentukan asal-usul Jombang, bukan lahirnya Pemkab Jombang, masih terus berproses. “Termasuk saya juga masih berproses, bersama teman-teman yang juga sedang mempelajari asal-usul Jombang.” Ungkapnya

Selain dari awal mula berpisahnya Jombang dengan Mojokerto pada 1910, terdapat versi lain yang dalam hal ini adanya keterkaitan Jombang pada masa kerajaan. Versi tersebut bahkan menyatakan, jika Jombang ada sejak masa Raja Airlangga.

“Ada yang bilang, Jombang ini sudah ada pada masa Raja Airlangga. Ada juga sejak kerajaan Mataram, Majapahit, Kahuripan, dan Empu Sindok. Kalau saya sih gampang. Dari banyak-banyak kerajaan tersebut, ya saya ambil tentang Empu Sindok. Tapi kembali lagi kan harus ada proses untuk menyatukan pemikiran. Karena hal ini juga nggak boleh asal,” tutup Cak Nas

INSTAGRAM

Berita Terkait