Nyaris Tak Ada Kasus, Dinas Peternakan Jombang Senyap di Hari Rabies Sedunia

Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Hari rabies sedunia yang diperingati setiap tanggal 28 September, tepatnya hari Senin (28/9/2020) kemarin, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang, tidak melakukan kegiatan apa pun alias senyap.

Menurut Kasi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan, drh Azis Daryanto, tidak adanya kegiatan pada peringatan hari rabies sedunia, lantaran Disnak tidak menganggarkan alokasi khusus untuk kegiatan atau program rabies di Kabupaten Jombang.

Baca Juga

“Untuk melakukan kegiatan tersebut Disnak juga mengalami keterbatasan dalam alokasi dana. Apalagi, adanya Covid-19 ini,” ujar drh Azis kepada KabarJombang.com, Selasa (29/9/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang ada di Indonesia dan dunia, 99 persen kasus rabies terjadi karena gigitan anjing. Sementara kasus rabies di Kabupaten Jombang tidak ada, alias bersih. Mengingat, populasi hewan anjing di Kota Santri ini relatif kecil. Dan lebih didominasi oleh populasi hewan ternak.

“Pemelihara anjing di Jombang memang relatif kecil sekali dan laporan kasus rabies juga hampir tidak ada. Dengan pertimbangan itu, Dinas Peternakan tidak melakukan kegiatan khusus terkait peringatan hari rabies,” ungkapnya.

drh Azis menandaskan, pihaknya tidak begitu berfikir jauh mengadakan vaksin rabies karena kasus gigitan anjing, gigitan kucing, kelelawar ataupun binatang karnivora lainnya hanya sebesar 1 persen di Jombang.

“Kecuali kalau memang ada beberapa anjing atau kucing yang mau dikirim keluar provinsi yang provinsinya itu ada daerah tertular rabies, itu perlu. Sementara, jika anjing dan kucing yang hanya domisili di Jombang saja, saya kira tidak perlu,” paparnya.

Meski begitu, dalam peringatan hari rabies sedunia ini, drh Azis berpesan, agar masyarakat menyayangi dirinya sendiri disamping menyayangi hewan peliharaan atau kesayangannya. Dan tidak hanya fokus pada rabies saja.

“Jika ada gejala tertentu pada hewan peliharaan, kami sarankan untuk dibawa ke pelayanan kesehatan hewan terdekat, klinik hewan, atau dokter hewan di Jombang,” imbaunya.

Dia menuturkan, hingga saat ini, ada sektiar empat tempat pelayanan kesehatan hewan di Jombang, salah satunya di Dinas Peternakan Jombang sendiri.

Lebih jauh, drh Azis mengatakan, riwayat seseorang terdampak rabies adalah adanya gigitan anjing atau kucing. Paling banyak kasusnya dibanding hewan lain, adalah gigitan anjing. Rabies juga bisa menyebabkan kematian.

Untuk gejalanya, lanjut dia, manusia yang digigit anjing itu menimbulkan demam, mati rasa, kesemutan, sakit kepala, nyeri otot, mual, depresi, dan agresif.

“Saat digigit itu kan terluka. Nah dari luka yang terbuka itu, virus akan masuk dan menyerang organ tubuh. Dan untuk obatnya harus dilakukan vaksinisasi rabies pada hewan,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait