Nasional

SPPG Desa Tambakrejo Jombang Resmi Diluncurkan untuk Dukung Program MBG, Gandeng Hebitren Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas

JOMBANG, KabarJombang.com – Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, secara resmi telah mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada hari Kamis. Peluncuran ini menandai semakin masifnya implementasi program prioritas Presiden Prabowo di wilayah Jombang.

SPPG Tambakrejo ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan DPP Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) dari Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Ketua Umum Hebitren sekaligus Ketua Majelis Pengasuh PPBU, K.H. M. Hasib Wahab Hasbullah, menekankan peran penting pondok pesantren dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Beliau menyatakan bahwa program ini berdampak positif bagi kesehatan masyarakat di Jombang. “Berdasarkan nota kesepahaman antara BGN dengan Hebitren, ke depannya akan dibangun 1.000 titik dapur SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dengan partisipasi aktif dari beberapa ponpes di seluruh nusantara,” tuturnya.

.

Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Suardi Samiran, menyoroti peran strategis Hebitren sebagai inisiator dan kolaborator dalam menjaga rantai pasokan makanan. “Hebitren juga memiliki peran strategis sebagai kolaborator serta inisiator dalam menjaga rantai pasokan makanan, yang mana memiliki lahan yang potensial dimanfaatkan sebagai pertanian, perikanan dan peternakan,” ujar Suardi Samiran.

Ia menegaskan bahwa program ini berfokus pada masa depan bangsa dengan memastikan pemenuhan gizi yang cukup untuk kesehatan optimal dan mengatasi masalah stunting. Makanan yang disajikan harus selalu dipantau agar sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan.

“MBG merupakan salah satu program prioritas yang diperuntukkan bagi anak sekolah, ibu hamil dan menyusui serta balita yang kedepannya menjadi generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya. “Kami selalu menekankan kepada pihak penyelenggara agar yang diberikan kepada penerima manfaat, memenuhi unsur kecukupan gizi sehingga terbentuk fisik dan jiwa yang kuat serta intelegensi.”

Program MBG ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. “Program MBG menjadi multiplier effect dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, meningkatkan kesejahteraan bagi petani, peternak, dan UMKM serta menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya.

Di Jombang sendiri, program MBG telah berjalan secara bertahap, dengan beberapa SPPG yang sudah beroperasi, termasuk di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan yang dikelola oleh Fatayat NU Jatim di Desa Tambakrejo.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman