Angkutan balik gratis yang diberangkatkan dari Jombang ke Jakarta. (Kevin Nizar)
JOMBANG, KabarJombang.com – Tiga bus program mudik-balik gratis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diberangkatkan dari Terminal Kepuhsari, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Kamis (26/3/2026).
Rombongan tersebut mengangkut sekitar seratusan pemudik yang akan kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Program ini merupakan bagian dari layanan mudik dan balik gratis yang disediakan Pemprov DKI Jakarta bagi warganya yang merantau di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur.
Salah satu peserta, Mulyadi (43), warga asal Nganjuk, mengaku mengetahui program tersebut dari media sosial dan mendaftar secara daring sejak pertengahan bulan puasa. Ia mengatakan fasilitas yang diberikan sangat membantu para pemudik.
“Senang, enak, karena semuanya difasilitasi gratis,” ujarnya.
Mulyadi menuturkan dirinya pulang kampung selama 10 hari sebelum akhirnya kembali ke Jakarta melalui program tersebut. Ia menilai program ini meringankan beban biaya perjalanan, terutama saat arus balik Lebaran.
Sementara itu, Kepala Seksi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Akhmad Yazid, menjelaskan bahwa keberangkatan dari Jombang tidak dilakukan secara seremonial karena akan digabung dengan peserta dari daerah lain.
Ia menyebutkan, pada arus mudik sebelumnya, program ini telah mengangkut sekitar 90 penumpang. Sedangkan untuk arus balik kali ini, jumlah peserta diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang, dengan tambahan penumpang dari wilayah Yogyakarta.
“Keberangkatan dari Jombang ini tidak seremonial. Nanti akan ada pemberangkatan secara seremonial di Jogja karena digabung di sana,” kata Yazid.
Menurutnya, peserta program ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Kediri, hingga Nganjuk, yang kemudian dikumpulkan di satu titik keberangkatan di Jombang.
Yazid menambahkan, perjalanan menuju Jakarta diperkirakan memakan waktu sekitar 12 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Ia menegaskan bahwa seluruh peserta telah mendaftar secara online melalui sistem yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.
“Harapannya program ini bisa membantu kelancaran arus balik, khususnya bagi warga Jawa Timur yang bekerja di Jakarta,” ujarnya.
Program mudik dan balik gratis ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan arus transportasi sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Leave a Comment