Mojowarno Ajukan 24.695 Bibit Pisang Mas Kirana, Masih Belum Dikirim

Ilustrasi bibit pisang mas kirana (Foto: Daniel)
  • Whatsapp

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Sebanyak 24.695 bibit pisang jenis mas kirana, diajukan Kecamatan Mojowarno. Hanya saja, bibit pisang yang merupakan proyek pengadaan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang ini, hingga kini belum diterima petani di kecamatan setempat.

Kordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Wiwik Budiarti membantah jika bibit pisang mas kirana terlambat didistribusikan ke wilayah Kecamatan Mojowarno. Menurutnya, droping bibit tersebut masih bergulir di wilayah Wonosalam.

Baca Juga

Ia menyakini, puluhan ribu bibit pisang mas kirana untuk petani di Kecamatan Mojowarno, rampung sebelum tanggal 10 Desember. Mengingat, pada tanggal itu adalah waktu terakhir pengiriman ke 4 kecamatan yang menjadi sasaran proyek yang dimenangkan CV Duta Dauf senilai Rp 1,7 miliar itu.

“Ini sudah droping untuk Kecamatan Wonosalam. Mojowarno belum. Masih berurutan. Ini deadline terakhir tanggal 10 Desember, itu harus sudah selesai,” ungkapnya pada KabarJombang.com, Jumat (27/11/2020).

Bibit pisang mas kirana yang diajukan sejumlah 24.695 itu, berasal dari 73 kelompok tani (Poktan) di 19 desa wilayah Kecamatan Mojowarno. Dari 73 Poktan, Poktan Blawen, Desa Rejoslamet mengajukan bibit paling banyak mengajukan yakni 700 bibit. Sedangkan Poktan Sidoluwih Desa Mojowarno hanya mengajukan 83 bibit.

“Prediksi saya, satu dua hari ini bakal didroping. Soalnya kan ada 7 armada yang mengangkut. Wonosalam dulu yang didroping, soalnya musim penghujan medannya sulit, baru turun ke bawah,” paparnya.

Wiwik Budiarti menyebut, hasil panen dari proyek bibit pisang ini, akan ditampung oleh Disperta Jombang untuk semua level atau All Gride, mulai gride A atau paling bagus hingga gride paling akhir.

Ia menyebut, proyek sebanyak 143 ribu bibit pisang jenis mas kirana ini bias menjadi usaha sampingan petani di kebun untuk menunjang pendapatan.

“Intinya dapat menunjang pendapatan sebagai perkerjaan sampingan. Pekerjaan utamanya kan bertani di sawah. Program ini sudah disosialisasikan, intinya kita masih menunggu kedatangan bibit pisang,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait