Meski Non-Reaktif, Keluarga 5 Anak Terlantar di Kepuhkembeng Harus Bayar Biaya Pemakaman

Listy Nur Khafifah (32), bibi dari 5 anak terlantar karena ditinggal ibunya isolasi, saat menunjukkan hasil rapid test.
  • Whatsapp

PETERONGAN, Kabarjombang.com – Selain lima anaknya terlantar lantaran ditinggal menjalani isolasi di gedung Tenis Indoor, rupanya masih ada hal miris yang menimpa keluarga Zul Fadli Mursidah (37) dan Listy Nur Khafifah (32) kakak beradik warga Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Betapa tidak, Listy mengaku harus merogok kocek untuk membayar biaya pemulasaraan dan persemayaman jenazah sang ibu yakni Siti Zumaroh (62), sebesar Rp 700 ribu ke RSUD Jombang. Juga peti jenazah sebesar Rp 1,6 Juta.

Baca Juga

Padahal, kata Listy, hasil rapid test Siti Zumaroh diketahui non-reaktif, namun proses pemakaman ibunya tetap dilakukan sesuai prosedur Covid-19. Ia menegaskan, besaran biaya itu harus dibayarkan lunas.

“Ada biaya untuk pemakaman almarhum ibu saya. Total habis Rp 2,4 Juta. Kita masih simpan bukti kwitansinya. Kita bayar pribadi, nggak ada istilah gratis, Karena mereka (RSUD) memberi kwitansi, dan kita harus bayar,” kata Listy Nur Khafifah.

Diceritakan, Siti Zumaroh (62), ibu Zul Fadli Mursidah dan Listy Nur Khafifah ini meninggal pada Rabu 27 Mei 2020 lalu di RSUD Jombang, lantaran sakit jantung dan diabetes.

Sebelum dirawat di RSUD Jombang, Siti Zumaroh dirawat selama 3 hari di RS Erlangga, Jombang. Lantaran kondisinya terus menurun, Siti Zumaroh kemudian dirujuk ke RSUD. “Sudah di-rapid test, dan hasilnya non-reaktif,” kata Listy.

Sementara Direktur RSUD Jombang, dr Puji Umbaran, yang juga sebagai Koordinator Bidang Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp terkait hal ini, belum memberikan jawaban.

INSTAGRAM

Berita Terkait