Merasa di-PHP Bansos Covid-19, Warga Dua Dusun Geruduk Kantor Kecamatan Peterongan

Warga Dusun Pajaran dan Kauman, Desa Peterongan saat mendatangi kantor Kecamatan Peterongan, Jombang.
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Merasa di-PHP (pemberia harapan palsu), puluhan warga dari dua Dusun di Desa Peterongan, menggeruduk kantor Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Selasa (21/7/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

Didampingi sejumlah Anggota LSM FRMJ, mereka dari Dusun Pajaran dan Dusun Kauman, mempertanyakan soal bantuan sosial (Bansos) dampak Covid-19 yang tak kunjung terealisasi. Baik berupa BLT-DD, BST Kemensos, BLT Kabupaten dan BLT Provinsi. Padahal, mereka mengaku sudah didata.

Baca Juga

“Kami ke sini sebagai bentuk rasa kecewa kami pada Pemdes, Pemkab, Provinsi maupun Pusat. Karena masyarakat hanya didata, diberi harapan saja terkait Bansos dampak Covid-19, namun hingga kini tidak kunjung terealisasi,” kata Eny, salah satu peserta aksi asal Dusun Pajaran pada KabarJombang.com, Selasa (21/7/2020).

Eny mengaku sudah dua kali mengumpulkan KTP dan Kartu Keluarga (KK). Namun, lanjutnya, hingga kini ia tak mendapatkan Bansos dari sumber manapun, seperti yang dijanjikan sebelumnya.

Dia merinci, warga Dusun Pajaran yang senasib dengannya, sekitar 40 orang lebih. Ia juga menyatakan, warga yang datang ke kantor Kecamatan Peterongan, hanya perwakilan saja. Ia juga mengaku heran, bansos tersebut banyak diserahkan pada warga yang masih hidup layak, bahkan memiliki kendaraan roda empat.

“Yang datang ke Kecamatan ini hanya 20 orang, perwakilan saja. Tadi Pak Camat masih menjanjikan akan diusulkan soal bansos ini. Anehnya, yang dapat bansos di desa Peterongan malah mereka yang hidupnya layak, bahkan punya mobil juga dapat,” ujarnya.

Semntara Camat Peterongan, Solahudin membenarkan, kantornya didatangi puluhan warga dari dua Dusun di Desa Peterongan, terkait Bansos dampak Covid-19.

“Warga yang didata tersebut, belum diusulkan untuk mendapat Bansos. Saat ini, kita usulkan meskipun terlambat. Tapi masih ada waktu, dan masih kita upayakan,” jawabnya.

Disinggung soal Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah orang mampu dan mempuyai mobil, pihaknya mengatakan, harus dilakukan pengecekan lebih mendalam. “Akan kita kroscek dulu ke Pemdes. Kedua belah pihak apa memang seperti itu atau tidak,” pungkasnya.

Sementara Ketua Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ), Joko Fatah Rochim mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan pada warga Dusun Pajaran dan Kauman, Desa Peterongan untuk mempertanyakaan soal Bansos dampak Covid-19. Sebab, mereka sudah didata namun tidak mendapatkan bansos tersebut.

“Sampai hari ini, ibu-ibu ini belum mendapatkan bantuan dampak Covid-19 tersebut. Dari sini diketahui, waktu pendataan RT-nya tidak dilibatkan. Harusnya kan dilibatkan, karena RT lebih tahu kondisi warga di lingkungannya,” ujarnya.

Joko Fatah juga membenarkan, pihak Kecamatan Peterongan akan menindaklanjuti dengan upaya mengusulkan nama-nama warga tersebut. “Sebetulnya, ini sudah terlambat. Tapi akan diajukan ke Bupati. Ini kesalahan bukan dari Camat, tetapi dari Pemdes,” pungkasnya.

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait