Memprihatinkan, Seorang Ibu dan Anaknya di Diwek Terjangkit Penyakit ALS

Kondisi Siti Rodiyah yang terjangkit penyakit ALS, saat ditemui di rumahnya. (Foto: Anggraini).
  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com – Penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) merupakan gangguan saraf yang dapat memburuk seiring waktu.

Biasanya penyakit ini menyerang sistem saraf dalam otak dan sunsum belakang yang mengakibatkan sistem saraf dalam otak dan sunsum tulang mati secara perlahan, hingga menyebabkan kelumpuhan.

Baca Juga

Hal ini seperti yang dialami seorang ibu dan anak di Dusun Bandung, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Keduanya, kini hanya bisa terbaring lemah karena penyakit ALS yang dideritannya.

Kustomo (59) mengatakan,  istrinya Siti Rodiyah (52) mulai sakit sejak tahun 2001 silam hingga saat ini. Bernagai macam pengobatan mulai medis hingga alternatif sudah dicoba dan dilakukan Kustomo. Namun, tetap tidak berpengaruh pada kesehatan Rodiyah, justru keadaannya semakin parah.

“Ya tidak bisa apa-apa ini dan sudah satu minggu ini pola makannya juga parah. Kalau biasanya makan biasa saja. Jadi, sekarang untuk nelan saja tidak bisa makanya saya kasih susu dua hari ini,”ujar Kustomo lirih kepada KabarJombang.com, Kamis (17/9/2020).

Penyakit ALS Rodiyah dideteksi pertama kali saat dilakukan pemeriksaan di RS Dokter Soetomo Surabaya. Beruntung, semua biaya pengobatan yang pernah dilakukan dijamin oleh Jamkesmas.

“Dan katanya penyakit ALS ini belum ada obatnya, waktu di Surabaya kurang lebih satu tahun itu hanya dikasih vitamin saja,” katanya.

Kustomo juga sempat membawa istrinya ke RSUD Jombang, hingga dirawat selama tiga bulan. Namun, setelah tiga bulan berjalan keadaan Rodiyah semakin tak berdaya hingga Kustomo membawanya pulang dan dirawat dirumah.

Usaha Kustomo demi kesehatan dan kepulihan Rodiyah tidak pernah berhenti. Dia terus berusaha hingga membawanya ke pengobatan alternatif di Trowulan selama dua tahun. Namun, tidak ada perkembangan justru keadaannya justru semakin parah.

Dwi Ayu Prasetyo yang terbaring lemah bersama ayahnya Kustomo. (foto: Anggraini).

Begitupun dengan Dwi Ayu Prasetya (28) anak dari Kustomo dan Rodiyah yang juga terjangkit penyakit ALS sejak berumur 20 tahun.

Ia juga sempat mengeluhkan kalau saja ekonomi keluarganya bagus ia akan mengoperasikan tulang belakang dan memberikan perawatan yang baik untuk istri dan anaknya.

“Saya beberapa minggu ini juga tidak enak badan, karena kecapekan dan kuwalahan merawat istri dan anak saya. Tapi, ya disyukuri saja,” tandasnya.

Kustomo berharap agar istri dan anaknya bisa kembali sehat dan normal. Namun di sisi lain ia juga sudah kelelahan selama bertahun-tahun merawat dan banting tulang demi keluarganya.

Dengan mata yang berkaca-kaca dan getaran suara Kustomo, besar harapannya untuk mendapat perhatian dari segala pihak khususnya Pemkab Jombang.

Dengan kondisi rumah yang jauh dari kata layak ditambah lagi istri dan anaknya yang sedang sakit tak berdaya. Ia harus berjuang untuk keberlangsungan hidup keluarganya.

 

 

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait