Masih Tertangani 110 Ton Per Hari, DLH Jombang: Sampah Belum Jadi Prioritas Utama Pemkab

Tumpukkan sampah warga yang berserakan di sekitar jalan prabu siliwangi.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sampah, masih menjadi problem pelik yang belum bisa terpecahkan khususnya di Kabupaten Jombang. Di sejumlah titik wilayah Jombang, keberadaan sampah tidak lagi bisa dihindarkan dari pandangan mata. Bau tak sedap pun kerap menusuk hidup saat berada di dekatnya.

Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang menganggap, sampah menjadi nomor kesekian bila dibanding dengan kota besar. Persoalannya, anggaran penanganan sampah tidaklah kecil, sementara Kabupaten Jombang merupakan kategori kota sedang.

Baca Juga

“Dari visi misi Bupati kan juga tidak ada penanganan sampah secara spesifik. Yang menjadi cantolan ya berkarakter itu, supaya masyarakat bertanggungjawab terhadap sampahnya masing-masing,” kata A Rofiq Ashari, Kepala Bidang (Kabid) Sampah DLH Jombang, saat ditemui di tempat kerjanya, Senin (28/9/2020).

A Rofiq menjelaskan, permasalahan sampah tidak akan bisa dihindari sepanjang manusia hidup. Sampah, lanjut dia, terpengaruh dari jumlah penduduk. Sementara penanganannya, juga membutuhkan dana besar.

“Sebenarnya perinsip dasarnya peningkatan sampah itu akan terus berlanjut selama manusia itu hidup, di mana per penduduk sampah yang dihasilkan sekitar 0.3 ons,” paparnya.

Dia mengatakan, dari dua macam sampah organik dan anorganik, para pelaku usaha atau industry, kenyataanya tidak bisa menghasilkan sampah organic. Sektor ini pasti menghasilkan plastik.

“Jika memang benar-benar mau menghentikan sampah, maka industri harus ditutup atau berganti menjadi industri ramah lingkungan. Untuk menutup industri, itu bukan tanggungjawab DLH. Tapi regulasi,” katanya.

Pihaknya menyebut, sampah di Kabupaten Jombang sebanyak 550 ton per hari. Dan yang dikelola DLH Jombang sebanyak 110 ton per hari yang berada di lingkungan perkotaan dan masuk ke TPA (tempat pembuangan akhir). Dari 110 ton tersebut, sampah yang bisa terpilah sekitar 30 ton. Sedangkan sisanya, masuk landfill

“Artinya dari 550 ton sampah, yang tertangani hanya 110 ton. Dan sisanya, yakni 440 ton sampah, ini merupakan PR pemerintah daerah,” tandasnya.

Ditandaskannya, untuk meminimalisir atau mengurangi sampah, setiap individu masyarakat Jombang harus memiliki kesadaran diri sendiri terhadap sampahnya masing-masing. Selain menjadi fokus program pemerintah daerah. “Ya perlu adanya kebersamaan,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait