Marak Isu Penculikan Anak, Dindikbud Jombang Imbau Sekolah Ekstra Waspada

Kepala Dindikbud Kabupaten Jombang, Agus Purnomo.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Maraknya isu penculikan anak di media sosial (Medsos) belakangan ini, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Jombang, melakukan sejumlah langkah antisipasi. Ini dilakukan, agar peristiwa tersebut tidak terjadi di Kota Santri.

Sebagaimana diketahui, isu penculikan anak yang meresahkan masyarakat ini, berawal dari informasi terkait percobaan penculikan peserta didik di Dasar Negeri (SDN) Kandang Jati Kulon 1, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu, 12 Februari 2020 lalu.

Baca Juga

Kepala Dindikbud Kabupaten Jombang, Agus Purnomo mengaku, sudah mendengar adanya isu tersebut. Pihaknya juga sudah mengimbau agar seluruh lembaga pendidikan di Kabupaten Jombang, melakukan sejumlah antisipasi.

“Kami sudah mengimbau agar menutup pagar sekolah saat kegiatan belajar mengajar atau jam sekolah berlangsung. Juga pihak sekolah lebih waspada dengan keberadaan orang yang tidak dikenal, dan ingin menjemput siswa di sekolah,” ungkapnya kepada KabarJombang.com (Kelompok Faktual Media), Rabu (19/2/2020).

Agus Purnomo juga meminta kepada orang tua atau walimurid lebih ekstra waspada, terutama yang putra-putrinya menempuh pendidikan di PAUD hingga SMP.

“Harapan kami, isu penculikan anak ini benar-benar tidak terjadi. Tapi tidak ada salahnya jika kita semua ekstra hati-hati, dan tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal,” sambungnya.

Pihaknya juga menuturkan, Dindikbud Jombang belum menerbitkan surat edaran terkait antisipasi seperti yang dilakukan sejumlah daerah.

“Jadi bentuk surat edaran belum kita lakukan, cuma imbauan setiap ada kegiatan di sekolah,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait