Maju Sehari, Pendak Pasar Manten Ponari-Zuhroh Tampak Berbeda

Ponari dan istri saat ditemui di rumahnya Desa Balongsari, Kecamatan Magaluh, Kabupaten Jombang (Foto: Diana Kusuma Negara)
  • Whatsapp

MEGALUH, KabarJombang.com – Setelah menggelar akad nikah di rumah istrinya Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Sabtu 1 Agustus 2020 lalu, gantian pihak Ponari menggelar acara ‘Pendak Pasar Manten’ di rumahnya sendiri Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Rabu (5/8/2020).

Hanya saja, acara ini tampak berbeda dengan di rumah Zuhroh, istrinya. Acara di rumah Ponari tampak terop dan beberapa sound system berukuran kecil.

Baca Juga

“Hari ini acara iring-iring tepat pendak pasar manten, dari pihak sana ke sini (Balongsari),” tutur Ponari tentang tradisi pernikahan adat Jawa.

Saat dikonfirmasi gelaran acara tidak sesuai dengan rencana awal yakni Kamis (6/8/2020) besok, Ponari mengatakan ternyata ada penggantian hari yang sesuai dengan perhitungan adat Jawa.

“Iya awal rencananya hari Kamis. Tapi katanya orang tua pendak pasar mantennya pas hari Rabu sekarang,” ucapnya.

Disinggung soal jumlah orang yang ikut mengantar atau iring-iringan dari pihak istrinya, Ponari menjawab yang ikut dalam iring-iringan hanya 4 orang karena mengingat protokol yang harus diterapkan mengingat masa pandemi.

“Yang ngantar iring-iringan nggak banyak, cuma 4 orang. Nggak berani banyak orang karena masih pandemi Covid-19,” tuturnya.

Terlihat ‘Tarub’ menghiasi depan rumahnya, yang biasanya terbuat dari janur dan blarak (daun kelapa muda dan tua) sebagai tanda bahwa ada hajatan (nikah/khitan) dalam adat Jawa. Kepada KabarJombang.com Ponari mengatakan, itu merupakan simbol dalam adat Jawa.

“Itu biasanya kata orang-orang tua sebagi tolak balak, ” Ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Ponari mengaku ingin segera mendapat momongan. “Segera saja, semoga dapat momongan, maunya dua,” sahut Zuhroh dengan sumringah.

Dua mempelai ini juga berharap, semoga pernikahannya langgeng. Segala permasalahan bantera rumah tangga ke depan bisa teratasi dengan baik. Yang penting, lanjutnya, saling ada keterbukaan.

“Semoga pernikahan kami langgeng, Sakinah, mawadah, wa rahmah,” ucap Ponari berbarengan dengan Zuhroh.

Zuhroh juga mengaku bahagia sudah menjadi “pacar halal” Ponari, Dia bersyukur telah menikah dengan Ponari dan menjadi makmum dunia akhiratnya. “Bahagia pastinya, Alhamdulilah sudah sah, tinggal habis ini membangun rumah tangga,” tutup Zuhroh yang setelah ini berencana menjalani bisnis online di rumah.

Sementara itu, Mukaromah (39) ibu Ponari mengahku bahagia setelah menikahkan anaknya. “Bahagia, sudah plong Ponari menikah. Mudah-mudahan segera punya momongan biar cepat punya cucu,” ungkapnya.

INSTAGRAM

[iscwp-slider username="kabarjombangdotcom" dots="false" limit="5" popup="true" popup_gallery="false" show_likes_count="false" instagram_link_text="Ikuti Instagram"]

Berita Terkait