Lingkungan Hidup

Maknai Hari Pers Nasional 2026 dengan Aksi Hijau, PWI, CJI dan DLH Jombang Kolaborasi Pulihkan Lahan Kritis di Wonosalam

JOMBANG, KabarJombang.com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Jombang diisi dengan kegiatan yang berbeda dari biasanya. Tak sekadar seremoni, insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang memaknainya melalui aksi nyata penanaman ribuan pohon di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Rabu (11/2/2026).

Aksi hijau tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara PWI Jombang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, dan PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) Jombang. Sekitar 7.000 pohon ditanam di kawasan yang dinilai rawan longsor dan membutuhkan rehabilitasi lahan secara berkelanjutan.

Ketua PWI Jombang M. Mufid mengatakan, peringatan HPN tahun ini sengaja dirancang lebih sederhana namun memiliki dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Menurutnya, pers tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga harus terlibat dalam aksi sosial yang memberi manfaat nyata.

“HPN kami isi dengan kegiatan yang lebih bermakna. Penanaman pohon ini menjadi simbol bahwa pers juga memiliki tanggung jawab moral terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi dengan DLH dan PT CJI Jombang menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam menjawab persoalan lingkungan, khususnya di wilayah perbukitan Wonosalam yang beberapa kali mengalami longsor dalam beberapa tahun terakhir.

Selain penanaman pohon, rangkaian HPN 2026 di Jombang juga diisi dengan lomba fotografi dan video bertema “Lensa Pengabdian: Potret Nyata Aksi Polisi Baik untuk Masyarakat” bekerja sama dengan Polres Jombang. Puncak peringatan akan ditandai dengan malam resepsi serta penganugerahan PWI Jombang Award 2026 pada 8 April mendatang.

Melalui momentum HPN ini, pihaknya berharap semangat kolaborasi dalam menjaga lingkungan tidak berhenti pada seremoni, melainkan terus berlanjut sebagai gerakan bersama demi keberlanjutan ekosistem dan keselamatan masyarakat di kawasan rawan bencana.

Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum menjelaskan bahwa lokasi penanaman dipilih berdasarkan hasil asesmen kondisi lahan yang tergolong kritis. Penghijauan difokuskan pada tanaman dengan sistem perakaran kuat guna memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko longsor.

“Kami memilih jenis pohon yang memiliki daya dukung konservasi lahan. Jika pertumbuhannya optimal, dalam dua tahun perakaran sudah cukup kuat membantu menahan tanah,” jelasnya.

DLH Jombang menargetkan kegiatan penanaman pohon dilakukan secara rutin minimal dua kali dalam setahun sebagai bagian dari program rehabilitasi lahan kritis. Selain fungsi ekologis, beberapa tanaman yang ditanam juga memiliki nilai ekonomis, seperti alpukat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Perwakilan PT CJI Jombang menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dunia usaha, menurutnya, memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.

Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur TNI, Polri, pelajar, serta masyarakat setempat. Kebersamaan dalam aksi tanam pohon menjadi gambaran kuatnya sinergi berbagai elemen dalam menjaga kelestarian alam.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar