Momen salah satu siswa dari empat siswa SMPN 1 Wonosalam ketika menerima penghargaan Internasional DOE 2026. (Istimewa/KabarJombang)
WONOSALAM, KabarJombang.com – Empat siswa SMP Negeri 1 Wonosalam, Kabupaten Jombang, meraih penghargaan internasional dalam ajang The Duke of Edinburgh’s International Award (DOE) 2026. Prestasi ini setelah dinilai berhasil melakukan riset sederhana terkait kualitas air sungai berbasis metode ilmiah.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan Awarding Jawa Timur Young Changemaker Academy (JAYCA) yang digelar di Bondowoso, Sabtu (25/4/2026). Program ini diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, namun hanya 66 peserta yang dinyatakan lulus dan berhak menerima penghargaan.
Keempat siswa yang menerima penghargaan yakni Nova Ayu Wulandari, Qoirul Deicha Kurnia Azzahra, Rizki Putri Dwi Aryanti, dan Zeema Aquila Tiya Huwaida. Mereka terlibat dalam program pengembangan kepemimpinan dan kepedulian lingkungan selama enam bulan.
Kegiatan yang dijalankan para siswa berfokus pada pemantauan kualitas air sungai di wilayah hulu melalui program ekstrakurikuler Polisi Air yang dikembangkan di sekolah tersebut. Dalam program tersebut, siswa mempelajari metode biomonitoring dengan mengamati makroinvertebrata sebagai indikator kondisi kualitas air.
Hasil pengamatan kemudian didokumentasikan dalam sebuah buku berjudul Patroli di Bawah Arus: Jejak Makroinvertebrata Temuan Polisi Air. Dokumentasi tersebut memuat temuan lapangan sekaligus menjadi bentuk laporan sederhana berbasis data.
Salah satu peserta, Rizki Putri Dwi Aryanti (14), menyatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami kondisi lingkungan.
“Dulu saya lebih pasif, sekarang jadi lebih peduli dan berani menyuarakan isu lingkungan, terutama soal polusi dan kualitas air,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut membuka pemahaman upaya menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, termasuk pelajar.
Selama program berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan dari organisasi lingkungan yang memberikan materi terkait pencemaran air, mikroplastik, serta pengelolaan ekosistem sungai secara berkelanjutan. Selain itu, peserta didorong untuk menyusun gagasan dan solusi berbasis temuan lapangan.
Penyelenggara program menyatakan penghargaan yang diberikan merupakan bagian dari proses pembelajaran, sekaligus mendorong peserta untuk terus melanjutkan keterlibatan dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Program JAYCA dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenali persoalan di lingkungan sekitar serta merancang aksi yang dapat memberikan dampak.
Melalui capaian tersebut, para siswa tidak hanya merepresentasikan sekolah, tetapi juga menunjukkan keterlibatan pelajar dalam upaya pemantauan dan pelestarian lingkungan berbasis data di tingkat lokal.
Leave a Comment