Lingkungan Hidup

ECOTON: Warga Penjaga Lingkungan Jombang Perlu Diapresiasi Meski Tak Ikut Lomba

JOMBANG, KabarJombang.com – Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) mendorong Pemerintah Kabupaten Jombang agar penghargaan di bidang lingkungan hidup tidak berhenti pada capaian seremonial semata. ECOTON menilai, apresiasi juga harus diberikan secara langsung kepada warga yang selama ini konsisten menjaga kelestarian lingkungan.

Hal itu disampaikan Peneliti Senior ECOTON, Amiruddin Muttaqin, menanggapi berbagai penghargaan lingkungan tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Timur yang berhasil diraih Kabupaten Jombang dalam beberapa waktu terakhir.

“Capaian penghargaan tentu patut diapresiasi. Namun, penghargaan seharusnya tidak hanya diberikan kepada pemerintah daerah, melainkan juga kepada masyarakat, komunitas, dan sekolah yang secara nyata menjaga lingkungan, seperti hutan, mata air, serta pengelolaan sampah, meskipun mereka tidak ikut lomba atau kompetisi,” ujar Amiruddin saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, peran warga dalam menjaga hutan, melindungi sumber mata air, serta mengelola sampah secara mandiri memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan lingkungan. Sayangnya, kontribusi tersebut kerap luput dari perhatian karena tidak masuk dalam skema penilaian program formal pemerintah.

“Kami mendorong Bupati Jombang agar memberikan apresiasi atau penghargaan langsung kepada masyarakat sebagai bentuk pengakuan atas peran nyata warga dalam menjaga lingkungan hidup,” tegasnya.

ECOTON berharap berbagai capaian di bidang lingkungan hidup yang telah diraih Pemkab Jombang dapat diiringi dengan kebijakan apresiasi yang lebih inklusif dan menyentuh pelaku pelestarian lingkungan di tingkat akar rumput.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jombang mencatat sejumlah prestasi di bidang lingkungan hidup melalui berbagai penghargaan tingkat nasional dan Provinsi Jawa Timur.

Di tingkat nasional, penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup diberikan kepada RW III Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, yang meraih Program Kampung Iklim (ProKlim) kategori Lestari. Sementara kategori ProKlim Utama diraih Dusun Kandangan, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben; Dusun Kopensari, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso; serta Dusun Made, Desa Made, Kecamatan Kudu.

Di sektor pendidikan, dua sekolah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri 2025, yakni SMPN 1 Mojowarno dan SMP Ahmad Wahid Hasyim Tebuireng. Selain itu, enam lembaga pendidikan meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2025, yaitu SDN Losari Kecamatan Ploso, SMPN 1 Kudu, MTsN 17 Jombang, MTsN 11 Jombang, MTsS Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek, serta MAN 7 Jombang.

Pada tingkat Provinsi Jawa Timur, penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi 2025 diberikan kepada SMPN 1 Mojoagung, SMPN 2 Mojoagung, SMPN 2 Diwek, SDN Kayangan 1, MTsN 7 Jombang, MTs Mambaul Ulum Murukan, serta MTs Miftahul Ulum Jarak Kulon.

Sementara itu, penghargaan Eco Pesantren kategori Rintisan 2024 diterima Pondok Pesantren Al-Khodijiyyah, dan kategori Pratama 2025 diraih Pondok Pesantren Babussalam.

Dalam kategori Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup (PFLH) 2025, penghargaan Pembina Lingkungan diberikan kepada Hj. Maftuhah Mustiqowati.

Pada ajang Desa Berseri 2025, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, meraih predikat tingkat Madya, sedangkan Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, meraih tingkat Pratama.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman