Lama Menganggur, Warga Juwet Kedunglosari Nekat Gantung Diri

Petugas saat melakukan pemeriksaan pada tubuh korban.
  • Whatsapp

TEMBELANG, KabarJombang.com – Paidi (40), ditemukan tewas di Kamar mandi belakang rumahnya di Dusun Juwet, Rt 05 Rw 01 Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

Paidi nekat mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali tampar, diduga dirinya mengalami depresi karena lama menganggur.

Baca Juga

Di lokasi gantung diri, polisi menemukan barang bukti berupa tali tampar yang terbuat dari plastik warna kuning, sepanjang kurang lebih 150 sentimeter.

Kapolsek Tembelang, Iptu Sarwiaji mengatakan, peristiwa gantung diri yang dilakukan korban pertama kali diketahui Giati (52), kakak perempuan korban yang juga warga setempat.

Ketika itu, Giati sedang ke kamar mandi di belakang rumah. Kaget bukan kepalang, saat dia melihat adiknya sudah dalam keadaan gantung menggunakan tali tampar yang diikatkan pada kayu atap kamar mandi. Seketika itu, kakak kandung korban itu berteriak histeris meminta pertolongan.

“Melihat adiknya dalam keadaan menggantung, Giati berteriak minta tolong. Kemudian datang paman korban bernama Seger (53) dan Saksi Subekti (30). Rumah paman korban tepat di depan rumah korban,” ungkap Iptu Sarwiaji.

Mendapati korban dalam posisi begitu, Seger dibantu Subekti menurunkan korban dari jeratan tali yang menggantungnya. Selanjut, saksi melaporkan kejadian tersebut ke Kasun Juwet, Edy Ariyono, kemudian dilanjutkan ke Polsek Tembelang.

Sekitar setengah jam, pihak kepolisian tiba dan melakukan pemeriksaan pada jenazah korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. “Ditemukan bekas jerat yang menghitam di leher korban,” kata Sarwiaji.

Dikatakannya, dari keterangan keluarganya, korban sebelumnya pernah berusaha bunuh diri dengan masuk ke dalam sumur, juga pernah minum racun tikus.

“Namun percobaan bunuh diri tersebut gagal dan berhasil diselamatkan. Kondisi kejiwaan korban labil, dan belakangan, malu terhadap kakaknya, karena dia tidak bekerja dan hanya menumpang makan,” imbuh Sarwiaji.

Kemudian, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Sebelumnya, pihak keluarga korban menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak mempermasalahkan kematian korban.

INSTAGRAM

Berita Terkait