by

Kisah Nenek Penjual Tahu, Nabung Hingga Puluhan Tahun Untuk Berhaji

KABARJOMBANG.COM – Demi berangkat haji ke tanah suci, Chumaijah, perempuan berusia 95 tahun ini, rela menyimpan hasil jualan tahunya hingga puluhan tahun. Bahkan menurutnya, uang tabungannya itu, sudah dikumpulkan semenjak dirinya berjualan tahu pada tahun 1965. Sehingga kini, ia dijadwalkan bisa berangkat pada tahun ini.

Saat ditemui di kediamannya, di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, ia bercerita tentang keinginannya untuk bisa berangkat haji. Menurutnya, tabungan dari hasil penjualan tahu, ia simpan sedikit demi sedikit untuk membayar pendaftaran haji selama 50 tahun. Dan saat ini, dirinya direncanakan berangkat haji tahun ini pada Kloter 77.

“Sejak tahun 1965, saya sudah mengumpulkan uang untuk pergi ke tanah suci. Saat itu, saya bersama suami saya masih berjualan tahu bersama-sama,” cerita nenek yang menjadi jamaah haji tertua di Kabupaten Jombang ini.

Namun saat ini, ia harus berangkat haji sendirian. Sebab, suaminya sudah terlebih dahulu meninggal dunia. Dirinya mulai mendaftarkan menjadi Calon Jamaah Haji tahun 2012. Ia berencana akan berangkat bersama anak ketiganya, yang saat ini mengurusi kesiapannya untuk berangkat haji Agustus mendatang.

Dalam kesehariannya, ia hanya berteman dengan hewan peliharaannya. Sebab, ia tak mau merepotkan anaknya yang kini meneruskan usahanya menjadi pembuat dan penjual tahu. “Saya akan berangkat haji dengan anak saya nomor 3. Sebab ia yang meneruskan usaha saya menjadi pedagang dan pembuat tahu. Semua biaya sudah kita lunasi pada tahap pelunasan yang terakhir,” katanya.

Demi menjaga kesehatannya, nenek yang lahir pada 6 Juli 1922 ini, hampir setiap hari mengkonsumsi jamu tradisional buatannya sendiri. Bahkan tak jarang, saat pagi menyapa, ia menyempatkan dirinya untuk berjalan memutar kampung untuk terus menjaga kesehatannya jelang keberangkatan haji.

“Hampir setiap hari nenek saya beraktivitas. Bahkan, dia juga aktif di kebun, hingga jalan-jalan keliling kampung,” terang Khusnul Khuluk (19), salah satu cucu Chumaijah.

Bahkan, hingga saat ini, nenek yang mempunyai 5 anak dengan 15 cucu dan 5 cicit ini masih tampak sehat. Ia pun hanya berdoa agar dirinya bisa melaksakan ibadah haji tahun ini. “Saat ini saya hanya berdoa agar bisa berangkat haji dengan selamat. Sebab ini merupakan cita-cita saya bersama suami dahulu,” jelasnya.

Sekedar diketahui, pada tahun 2017 jumlah Calon Jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Jombang, yang akan berangkat haji pada 23 Agustus mendatang, mencapai 1.283 orang. Jika dirinci, pada kelompok terbang (kloter) 75 ada 445 CJH. Di Kelompok terbang 76 ada 445 CJH. Dan pada kloter 77 sebanyak 395 CJH. (aan/kj)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya