Foto : Gedung Dinas Kesehatan Jombang. (Kevin Nizar)
JOMBANG, KabarJombang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menargetkan skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) terhadap lebih dari 37 ribu warga sepanjang tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi intensif untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di daerah tersebut.
Kepala Dinkes Jombang, Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan bahwa skrining ditujukan terutama kepada kelompok rentan, termasuk ibu hamil, calon pengantin, pengguna narkoba suntik, hingga komunitas lelaki seks dengan lelaki (LSL). Upaya ini juga menyasar pasien TBC, penderita infeksi menular seksual, narapidana, serta pasangan dari penderita HIV.
“Deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang pasien mendapatkan pengobatan dan mencegah penularan ke orang lain,” ujar Hexawan, pada Senin (11/8/2025).
Program skrining ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Bupati Jombang Nomor 57 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan HIV/AIDS, TBC, dan Malaria periode 2025–2030.
Meskipun data menunjukkan adanya penurunan kasus baru HIV di tahun 2025 – yaitu 160 kasus hingga awal Agustus dibandingkan 310 kasus pada 2024 – Dinkes menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga.
Hexawan juga menekankan pentingnya membedakan antara HIV dan AIDS. “Penderita HIV bisa tetap hidup produktif selama puluhan tahun asalkan rutin menjalani pengobatan dan menjaga gaya hidup sehat,” jelasnya. Ia menambahkan, komplikasi menjadi AIDS bisa berujung fatal jika tidak ditangani secara medis.
Pada 2025 ini, terdapat 13 pasien HIV yang telah berkembang menjadi AIDS dan semuanya dilaporkan meninggal dunia.
Edukasi masyarakat juga menjadi bagian dari strategi besar penanggulangan. Dinkes mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penderita HIV serta mendorong mereka untuk secara sukarela melakukan tes, terutama yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi.
“Kami ingin masyarakat melihat HIV sebagai penyakit yang bisa dikendalikan, bukan momok yang harus ditakuti atau disembunyikan,” pungkasnya.
Leave a Comment