Foto : Ilustrasi dibuat dengan ai.
JOMBANG, KabarJombang.com – Memasuki musim penghujan, warga Kabupaten Jombang, mulai dihadapkan pada ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sejumlah pasien mulai dirawat di RSUD Jombang, sebagian besar merupakan anak-anak yang terinfeksi virus dengue akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran mengatakan, hingga pekan ini terdapat delapan pasien DBD yang menjalani perawatan di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, lima pasien merupakan anak-anak dan tiga lainnya dewasa. Dua pasien anak masih mendapat perawatan intensif di ruang ICU karena kondisinya belum stabil.
“DBD memang sangat identik dengan kondisi cuaca. Saat musim hujan tiba, nyamuk Aedes aegypti mudah berkembang biak karena banyak genangan air,” ujar Puji, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, meski kasus DBD tahun ini belum melonjak drastis seperti pada musim hujan sebelumnya, pihak rumah sakit tetap meningkatkan kewaspadaan. Pola peningkatan kasus biasanya mengikuti curah hujan tinggi yang disertai kondisi lingkungan yang kurang bersih.
“Kasus kali ini relatif lebih sedikit dibandingkan musim kemarau, namun tetap kami antisipasi. Karena meskipun jumlahnya kecil, risikonya tetap tinggi terutama pada anak-anak,” jelasnya.
Puji menambahkan, dari pengalaman sebelumnya, peningkatan kasus DBD cenderung terjadi setiap lima tahun sekali. Tahun lalu menjadi salah satu periode dengan angka kejadian tinggi, sehingga pihaknya kini fokus pada pencegahan agar tren tidak berulang.
RSUD Jombang juga menyiapkan tenaga medis tambahan dan memastikan ketersediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) aman jika sewaktu-waktu diperlukan transfusi untuk pasien DBD berat.
Di sisi lain, Puji mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Langkah sederhana seperti menguras bak mandi, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang bekas bisa efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk.
“Masyarakat sekarang sudah cukup paham cara penularan DBD. Kami harap kebiasaan hidup bersih tetap dijaga, terutama di lingkungan padat penduduk,” tegasnya.
Dengan meningkatnya curah hujan di wilayah Jombang, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap gejala demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan munculnya bintik merah pada kulit tanda-tanda awal DBD yang perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.
Leave a Comment