Kesehatan

Kasus HIV di Jombang Capai 2,4 Ribu, Puluhan di Antaranya Masih Anak dan Remaja

JOMBANG, KabarJombang.com– Sebanyak 2,4 ribu lebih orang dengan HIV (ODHIV) tercatat dalam data pendampingan Jombang Care Center (JCC) Plus hingga Oktober 2026. Dari sebaran wilayah, Kecamatan Jombang menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni lebih dari 200 orang.

Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Jombang Care Center (JCC) Plus, Fuad Abdillah, mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi ODHIV yang telah mendapatkan pendampingan dari JCC Plus. Data itu tidak mencakup keseluruhan kasus HIV yang tercatat secara resmi di Kabupaten Jombang.

“Berdasarkan akumulasi sampai Oktober 2026, jumlahnya sebanyak 2.460 orang,” ujar Fuad, Kamis (5/11/2026).

Kecamatan Diwek menempati urutan kedua dengan 169 orang Setelah Kecamatan Jombang. Sementara Kecamatan Jogoroto berada di posisi ketiga dengan jumlah 137 orang.

Selain berdasarkan wilayah, JCC Plus mencatat keberadaan ODHIV dari kelompok anak dan remaja berusia 0 hingga 18 tahun. Jumlahnya mencapai 40 orang, terdiri atas 22 laki-laki dan 18 perempuan.

“Jumlahnya mencapai 40 orang, terdiri dari 22 laki-laki dan 18 perempuan,” ucap Fuad.

Ia menjelaskan, data yang disampaikan tersebut belum dilengkapi rincian rata-rata usia maupun kelompok umur yang paling banyak ditemukan. Maka, belum dapat diketahui rentang usia yang mendominasi jumlah ODHIV di Kabupaten Jombang berdasarkan data tersebut.

Fuad menyampaikan setiap ODHIV memiliki kondisi dan latar belakang yang berbeda. Faktor serta riwayat penularan pada masing-masing individu tidak selalu sama sehingga tidak bisa digeneralisasi.

Menurutnya, keberadaan data tersebut menggambarkan kebutuhan dukungan dan pendampingan bagi ODHIV di Kabupaten Jombang. Upaya edukasi, pencegahan, pemeriksaan HIV sejak dini, hingga pendampingan berkelanjutan dinilai tetap diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Edukasi, pencegahan, pemeriksaan HIV secara dini, serta pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV menjadi hal penting yang perlu diterapkan. Dengan lingkungan yang lebih menerima, orang dengan HIV diharapkan tidak merasa ragu untuk mengakses layanan kesehatan maupun memperoleh dukungan sosial.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman