Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada saat diwawancarai. (Kevin Nizar)
JOMBANG, KabarJombang.com – Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jombang yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) terus mengalami peningkatan. Hingga awal Februari 2026, sebanyak 57 SPPG tercatat telah menyelesaikan proses sertifikasi tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengatakan jumlah tersebut mengalami penambahan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
“Ada penambahan lagi hampir kurang lebih 57, jadi totalnya 57 yang sudah selesai per minggu kemarin,” ujar dr. Hexawan saat diwawancarai pada Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan, progres sertifikasi SLHS terus meningkat seiring dengan pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan kepada para pengelola SPPG.
“Semakin hari semakin banyak, karena SLHS ini memang diwajibkan untuk SPPG. Kita lakukan pendampingan agar semua bisa memenuhi standar,” jelasnya.
Menurut dr. Hexawan, sertifikat SLHS merupakan bukti bahwa suatu tempat usaha, termasuk SPPG, telah memenuhi kelayakan higienis dan sanitasi. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya masalah keamanan pangan, khususnya risiko makanan tidak steril di Kabupaten Jombang.
Adapun kriteria utama dalam penilaian SLHS meliputi pemeriksaan higiene sanitasi secara menyeluruh. Mulai dari pemeriksaan penjamah makanan, kondisi lingkungan, hingga uji laboratorium.
“Dilakukan pemeriksaan kesehatan lingkungan, di antaranya pengambilan sampel air, swab tangan penjamah makanan, serta sampel makanan. Makanan itu diambil dan diperiksa, ada kumannya atau tidak,” terangnya.
Meski jumlah SPPG yang telah mengantongi SLHS terus bertambah, dr. Hexawan mengakui masih ada sejumlah SPPG yang mengantre untuk menjalani proses sertifikasi.
“Yang antre ya sisanya itu. Tapi yang jelas, ada peningkatan,” tegasnya.
Sebelumnya, berdasarkan data per 23 Januari 2026, tercatat 67 SPPG telah beroperasi di Kabupaten Jombang. Dari jumlah tersebut, 45 unit telah mengantongi SLHS, sementara sisanya masih dalam proses pemenuhan standar.
Namun demikian, layanan SPPG dinilai belum sepenuhnya menjangkau seluruh sasaran Program Makan Bergizi (MBG). Pemerintah Kabupaten Jombang memperkirakan masih membutuhkan sekitar 30 unit SPPG tambahan.
“Berdasarkan perhitungan kami, Jombang masih kekurangan sekitar 30 SPPG,” ujar Bupati Jombang, Warsubi saat diwawancarai pada (23/1/2026).
Dengan bertambahnya jumlah SPPG yang bersertifikat SLHS, pemerintah daerah berharap kualitas layanan pemenuhan gizi di Jombang semakin terjamin, aman, dan higienis bagi masyarakat.
Leave a Comment