Kesehatan

Cegah Lonjakan PMK, Pemkab Jombang Salurkan 18 Ribu Vaksin untuk Peternak Rakyat

JOMBANG, KabarJombang.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Peternakan (Disnak) bergerak cepat mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali muncul di sejumlah wilayah.

Langkah utama yang ditempuh adalah pelaksanaan vaksinasi massal pada ternak, menyusul diterimanya 18.000 dosis vaksin PMK tahap pertama dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch. Saleh, mengatakan vaksinasi menjadi upaya krusial untuk menekan laju penularan PMK, terutama di tengah kondisi cuaca yang mendukung berkembangnya virus.

“Sebanyak 18.000 dosis vaksin PMK dari APBN langsung kami distribusikan dan aplikasikan secara serentak pada ternak sapi, kambing, dan domba di seluruh kecamatan,” ujar Saleh, Rabu (4/2/2026).

Pelaksanaan vaksinasi telah dimulai sejak Senin (2/2/2026) dengan melibatkan 13 tim vaksinator yang diterjunkan ke lapangan. Program ini akan berlangsung sepanjang Februari 2026 dan dilanjutkan pada bulan berikutnya menyesuaikan ketersediaan vaksin.

Saleh menambahkan, musim penghujan membuat ternak lebih rentan terserang PMK karena kondisi lingkungan yang lembap. Oleh sebab itu, ia mengimbau para peternak untuk tidak melewatkan kesempatan vaksinasi, khususnya bagi ternak sapi yang berisiko tinggi terpapar.

Sejumlah pasar hewan menjadi lokasi prioritas vaksinasi, antara lain Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung.

Kembalinya kasus PMK di Jombang dipicu oleh beberapa faktor. Selain cuaca ekstrem, masih ditemukannya ternak rentan seperti pedet yang belum divaksin turut berkontribusi terhadap penyebaran penyakit.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah tingginya mobilitas ternak antar daerah tanpa disertai kepastian status kesehatan dan riwayat vaksinasi, sehingga meningkatkan potensi masuknya virus PMK ke wilayah Jombang.

“Pengawasan lalu lintas ternak akan terus kami perketat, disertai edukasi berkelanjutan kepada peternak agar penyebaran PMK bisa ditekan,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, hingga pertengahan Januari 2026 tercatat 32 ekor sapi terkonfirmasi positif PMK. Penyakit ini dikenal sangat menular dan dapat menyerang berbagai jenis ternak berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Sebaran kasus tercatat di 10 kecamatan, dengan Kecamatan Jogoroto menjadi wilayah terbanyak yakni 15 kasus. Disusul Kecamatan Jombang dan Perak masing-masing tiga kasus. Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Bareng, Gudo, dan Sumobito mencatat dua kasus, sementara Kudu, Mojowarno, dan Peterongan masing-masing satu kasus.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar