Kesehatan

Antisipasi Influenza A, RSUD Jombang Siagakan Ruang Isolasi

JOMBANG, KabarJombang.com– RSUD Jombang hingga kini belum menemukan pasien rawat inap yang terkonfirmasi terinfeksi Influenza A berdasarkan pemeriksaan spesifik. Meski demikian, rumah sakit tetap menyiagakan pelayanan bagi pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan.

Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran, mengatakan pasien dengan gejala ISPA, ILI, maupun SARI tetap mendapatkan penanganan sesuai kondisi klinis masing-masing.

Ia menegaskan, gejala infeksi saluran pernapasan tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk menyatakan seseorang terinfeksi Influenza A. Diagnosis harus ditegakkan melalui pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi medis.

“Gejala infeksi saluran pernapasan tidak dengan sendirinya dapat dinyatakan sebagai Influenza A. Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).

RSUD Jombang telah menyediakan ruang isolasi untuk pasien yang membutuhkan isolasi. Penempatan pasien dilakukan berdasarkan hasil asesmen medis dengan mempertimbangkan kondisi klinis, risiko dan cara penularan, serta aspek Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

Dalam penanganannya, rumah sakit dapat melibatkan dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter pelayanan IGD, serta dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya sesuai indikasi medis.

Sementara terkait jumlah kunjungan pasien, dr. Pudji mengatakan pihak rumah sakit belum dapat mengaitkan secara langsung dinamika maupun peningkatan kunjungan dengan Influenza A.

dr. Pudji menjelaskan influenza A sendiri merupakan infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menular melalui droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Gejalanya antara lain demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis berisiko mengalami komplikasi lebih serius. Salah satu varian influenza A yang disebut memiliki penyebaran cepat dan gejala yang cenderung lebih berat adalah strain H3N2 subclade K, yang juga disebut sebagai “super flu”.

Pencegahan dapat dilakukan melalui vaksinasi influenza, mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir, serta memakai masker ketika sedang sakit atau berada di tempat umum. Masyarakat juga dianjurkan menjaga pola makan bergizi dan mencukupi waktu istirahat.

Pada gejala ringan, penderita dianjurkan beristirahat dan mencukupi kebutuhan cairan. Jika kondisi memburuk, terutama disertai sesak napas atau demam tinggi yang tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.

“Influenza A adalah jenis infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan atas dan paru-paru, serta dapat menular dengan cepat melalui percikan air liur atau droplet,” pungkas dr. Pudji.

Ia menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap gejala infeksi saluran pernapasan dengan menerapkan langkah pencegahan, menjaga kebersihan, dan segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila kondisi memburuk.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-38 tahun 2026, positivity rate influenza tercatat mencapai 56 persen dengan 148 kasus positif dari 265 spesimen yang diperiksa.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman