Keberatan, Warga Tawangsari Sengon Tolak Pendirian Tower Telekomunikasi

Lokasi pembangunan tower telekomunikasi di Dusun Tawangsari, Desa Sengon, Kecamatan/ Kabupaten Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Warga jalan Dewi sartika Rt 07 RW RW B1 Dusun Tawangsari, Desa Sengon, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, mengaku keberatan dengan rencana pendirian tower BTS (Base Transceiver Station) di lingkungannya.

Alasan warga, berdirinya menara telekomunikasi tersebut dinilai tidak ada manfaatnya bagi warga sekitar. Bahkan Abdul Rochim, tokoh masyarakat setempat mengatakan, jika warga di sekitar titik lokasi rencana pendirian tower tersebut merasa terganggu.

Baca Juga

Abdul Rochim menceritakan, jika rencana pembangunan tower telekomunikasi itu, sebelum lebaran tahun lalu. Namun, warga menolak hingga terjadi aksi demonstrasi. Lantaran didemo warga, tower pun disepakati tidak jadi dibangun.

Menurut Abdul Rochim, kesepakatan antara warga dengan pihak pengusaha tower kala itu yakni pembangunanya dihentikan bukan sementara, melainkan untuk selamanya.

“Tapi, ini kenapa tiba-tiba mau dibangun lagi, tanpa pemberitahuan warga sekitar. Berarti pihak tower dan pemerintah desa mengingkari janjinya,” ceritanya pada KabarJombang.com, Jumat (13/3/2020).

Abdul Rochim menilai, pendirian tower tersebut terkesan jangal. Pasalnya, tiga warga terdampak paling dekat dengan titik lokasi dibangunnya tower, dulunya menolak tandatangan menyetujuinya.

“Tiba-tiba katanya mereka sudah tandatangan. Ketika kita Tanya kenapa kok tanda tangan setuju bukanya dulu menolak, mereka menjawab jika persoalan ini kata kades sudah selesai, warga sudah sepakat. Makanya dia mau tanda tangan. Warga juga tidak tahu itu tower telekomunikasi apa, tapi kelihatanya Telkomsel,” tutur Abdul Rochim.

Masih menurut Abdul Rochim, kabar yang beredar di masyarakat , bahwa ijin sedang proses. “Harusnya kan diselesaikan dulu dengan masyarakat sekitar. Pihak terkait, harusnya turun ke lapangan, jangan main beri ijin saja,” selorohnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, masyarakat banyak dirugikan. Lebih lagi, masyarakat yang mau tandatangan menyetujui pembangunan tower itu karena informasi yang didapat belum tentu benar. “Intinya warga sini menolak pendirian tower. Kita akan buat surat penolakan lagi,” pungkas Abdul Rochim.

Pantauan di lokasi, rencana pembangunan tower telekomunikasi tersebut sudah mencapai pembangunan pondasi. Di lokasi ini, terdapat sisa material bangunan dan molen cor. Juga bahan kontruksi tower berbahan besi di sekitaran area pembangunan tower.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendaluan dan Pengawasan (Dalwas) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), S Wito, saat dikonfirmasi melalui nomor WhatsAppnya, pada Jumat ( 13/3/2020), tidak langsung menjawab. Meski begitu, selang beberapa waktu, pihaknya menjawab kalau sedang di jalan.

“Maaf, ini tadi di jalan. Untuk persoalan itu harus lihat computer. Besok Senin saja ke kantor,” jawabnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait