Kaya Protein, Ini Manfaat Konsumsi Ikan Nila

Ikan nila. (Foto: Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Penggemar ikan nila bisa merasa senang karena makan ikan nila sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Biasanya, pilihan ikan sehat yang terlintas dalam pikiran adalah ikan salmon, tuna, dan sarden. Namun, ada satu lagi yang tak boleh luput dari perhatian, yaitu ikan nila.

Baca Juga

Selain rasanya yang enak dan tidak terlalu amis serta harganya yang cukup murah, ikan yang juga disebut ikan tilapia ini ternyata memiliki kandungan penting bagi kesehatan.

Kandungan Nutrisi Ikan Nila

Nyatanya, ikan nila mengandung protein yang cukup tinggi. Melansir Healthline, 100 gram ikan nila mengandung 26 gram protein dan 128 kalori.

Tak berhenti di situ, berikut beberapa kandungan penting dalam ikan nila yang perlu Anda tahu:

  • Lemak: 3 gram.
  • Niacin: 24 persen dari rekomendasi asupan harian.
  • Vitamin B12: 31 persen dari rekomendasi asupan harian.
  • Fosfor: 20 persen dari rekomendasi asupan harian.
  • Selenium: 78 persen dari rekomendasi asupan harian.
  • Potassium: 20 persen dari rekomendasi asupan harian.
  • Kalsium: 12 miligram.

Manfaat Ikan Nila bagi Kesehatan Tubuh

Nah, dari berbagai kandungan bermanfaat di atas, ini dia beberapa keuntungan makan ikan nila yang bisa Anda dapatkan.

  1. Memperkuat Tulang

Ikan nila dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium Anda. Tentu saja mineral ini sangatlah penting agar tulang lebih kuat.

Dengan kebutuhan kalsium yang cukup dan terpenuhi, penyakit yang menyerang tulang seperti osteoporosis dapat dihindari.

  1. Menjaga Kesehatan Imun Tubuh

Berkat kandungan seleniumnya, konsumsi ikan nila dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, selenium juga berperan dalam fungsi kognitif, serta memelihara kesuburan pada pria dan wanita.

  1. Mengandung Asam Lemak Tinggi

Ikan nila mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 dibanding daging sapi dan ayam. Omega-3 penting untuk mendukung membran di sekitar sel dalam tubuh dan bermanfaat bagi kesehatan jantung, pembuluh darah, paru, dan imun.

Selain omega-3, ikan nila juga mengandung asam lemak omega-6. Kandungan ini penting untuk mengendalikan kadar kolesterol. Omega-6 pun bermanfaat untuk pengidap diabetes, yaitu dapat mempersiapkan sel otot untuk merespons insulin.

Menurut dr. Atika, kandungan asam lemak tidak jenuh omega-3 dan 6 dari ikan nila baik dikonsumsi anak untuk pertumbuhan otak.

“Bagi orang dewasa, asupan asam lemak tidak jenuh tersebut baik untuk pembuluh darah. Berdasarkan studi, mampu mencegah penyakit jantung koroner,” tambahnya.

  1. Sumber protein

Protein penting untuk pertumbuhan tulang dan otot, memperbaiki jaringan, membantu aliran oksigen dalam tubuh, mencerna makanan, dan menyeimbangkan hormon.

Beragam manfaat inilah yang juga bisa Anda dapatkan bila mengonsumsi ikan nila.

  1. Menangkal Radikal Bebas

Ada lagi manfaat penting dari selenium dalam ikan nila yaitu melawan radikal bebas. Selenium dapat bertindak sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan dan penyakit akibat radikal bebas, seperti penuaan dini dan kanker.

Sudah terdapat studi yang mengatakan demikian, namun tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Pilih Ikan Nila yang Segar dan Masak dengan Tepat

Pada dasarnya, ikan nila termasuk ikan yang cukup aman dikonsumsi. “Ikan nila cenderung berumur pendek dan berukuran kecil sebelum ditangkap dan dikonsumsi. Umur yang tidak panjang ini berkaitan dengan rendahnya risiko tertumpuknya kontaminasi bahan-bahan kimia berbahaya. Maka, ikan nila relatif aman dikonsumsi,” jelas dr. Atika.

Saat hendak membeli ikan, pastikan keadaannya masih segar. Lebih baik bila Anda mengetahui sumber ikan nila yang didapatkan penjual.

Menurut dr. Atika, ikan nila paling baik dijaga kandungan gizinya dengan proses memasak yang tidak menggunakan suhu terlalu tinggi, tidak terlalu lama, dan tidak menggunakan banyak minyak.

Minyak yang dipanaskan dapat berubah konfigurasinya menjadi minyak trans. Inilah yang berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah.

“Jadi, cara terbaik mengolah ikan nila adalah dikukus atau dipanggang dengan sedikit minyak. Kalau tetap ingin digoreng, ingat-ingat dalam minggu yang sama, kurangi jenis makanan goreng lainnya,” pesan dr. Atika.

INSTAGRAM

Berita Terkait