Jalan Rusak Ditambal Batu Nisan, Sedang Ditangani PUPR Jombang

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Sunendar. (Foto: Diana KN) 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Terkait postingan batu nisan dijadikan penambal jalan rusak di wilayah Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang. sedang menangani hal tersebut.

Kabid Bina Marga PUPR Jombang, Sunendar mengatakan, area jalan tersebut masuk dalam wewenang Dinas PUPR yang sedang menangani.

Baca Juga

“Sedang kita tangani secara permanen. Hari ini kita tangani, karena yang harus dikerjakan juga banyak tidak hanya disitu saja. Dan tentunya bergiliran kita kerjakan, ini PUPR juga mulai tahun 2019 kan ada peralihan dari Perkim yang biasanya hanya jalan raya dan sekarang lebih luas lagi.”tuturnya pada KabarJombang.com Kamis (17/12/2020).

Sunendar mennjelaskan, terkait jalan rusak yang terjadi di wilayah tersebut, sudah dilakukan prosedur yang ada.

“Prosedur kita lakukan, untuk perbaikan sementara jika kami belum bisa mengerjakan sampai tuntas memang awal kita kasih rambu dulu, agar yang lewat bisa berhati-hati bahkan kalau parah ya sampai kita tutup.”kata Sunendar.

Terkait dengan kondisi jalan yang dikabarkan berkali -kali dilakukan perbaikan namun tetap rusak, pihaknya mengungkapkan bahwa langkah-langkah perbaikan sementara dilakukan karena memang kondisi saluran air terlalu deras dan air hujan.

“Memang sementara kita lakukan langkah-langkah perbaikan sementara. Dengan beberapa kali kita perbaiki termasuk plank yang kita taruh agar sementara bisa dilalui. Tapi ternyata saluran air dibawahnya terlalu deras jadinya masih seperti itu.”ungkapnya.

Sunendar menampik jika pihaknya melakukan pembiaran terhadap kondisi jalan yang dimaksud.”Tidak ada, kita tidak begitu, karena memang kan ada prioritas yang harus kita jalankan dulu. Selain itu menunggu giliran penanganan. Dan juga kita tangani sementara sebelum kita dapat menangani hingga selesai.”tambahnya.

Disinggung tentang batu nisan sebagai penambal jalan rusak tersebut, Sunendar mengaku menyayangkan hal itu.

“Saya lihat itu sampai sedih kok sampai begitu. Meskipun mungkin karena agar bisa lewati apapun yang ada dipakai saja, seharusnya jangan.”tutupnya.

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait