by

Ingin Berobat, Wanita asal Samarinda Tewas di Penginapan Dekat Ponpes Tebuireng

KABARJOMBANG.COM – Warga Desa Cukir mendadak dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang perempuan berusia 31 tahun, di dalam sebuah kamar penginapan yang berada di Jalan Raya jurusan Jombang – Pare, tepatnya di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Korban diketahui bernama Hanita Ameli Trisna, seorang ibu rumah tangga asal Jalan Remaja Blok A No. 30 Rt 27 Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kapolsek Diwek, AKP Bambang Setiyobudi mengatakan, korban ditemukan tak bernyawa dalam kondisi bertutup selimut oleh Suriansyah (49), yang tak lain suaminya sendiri, pada Selasa (12/3/2019) pagi, sekitar pukul 06.15 WIB,

Sebelumnya, pada Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 18.00 WIB, pasangan suami istri (Pasutri) ini bersama rombongan, sekitar 8 orang dari Samarinda, datang ke Jombang. Termasuk ibu korban Misiati (55) juga adik korban Dedi Susanto (28). Begitu sampai di Jombang, mereka kemudian menyewa sejumlah kamar di penginapan yang berlokasi di depan Ponpes Tebuireng tersebut.

Selain ingin berziarah ke makam Gus Dur, yang berada di kompleks makam Ponpes Tebuireng, mereka juga mengantar korban berobat secara alternatif.

“Selain ingin berziarah, mereka juga mengantar korban yang sedang sakit stoke, untuk berobat secara alternatif. Karena sebelumnya, korban sudah menjalani perawatan medis, namun tak kunjung sembuh. Kondisinya, kedua kaki korban lumpuh dan hanya bisa di atas kursi roda,” ungkap Kapolsek.

Selasa pagi itu, korban mendadak mengalami kejang dan nafasnya tersengal-sengal. Kondisi ini, membuat suami korban buru-buru memberitahu saudaranya yang masih satu rombongan tersebut, agar dilarikan ke rumah sakit. Namun nasib berkata lain, korban menghembuskan nafas terakhir.

Tak berselang lama, polisi yang mendapat laporan dari suami korban, datang ke lokasi kejadian bersama petugas medis. Di sana, petugas langsung melakukan olah TKP dan memeriksa kondisi jasad korban.

“Dari hasi pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan dalam tubuh korban. Korban murni meninggal karena riwayat penyakit yang dideritanya, dan pihak keluarga sudah menerima kondisi tersebut,” sambung AKP Bambang Setiyobudi.

Selanjutnya, jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang. Setelah melalui proses persemayaman, jenazah korban kemudian dimasukkan ke peti jenazah untuk dibawa pulang dan dimakamkan di Samarinda. (nas/kj)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya