Aksi pencuri membawa kabur mesin diesel petani. (Ilustrasi AI)
SUMOBITO, KabarJombang.com- Sebanyak delapan mesin diesel milik petani di wilayah persawahan yang menghubungkan Desa Mentoro dan Dusun Boro Cilik, Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Jombang, menjadi sasaran pencurian. Dalam kejadian tersebut, satu mesin diesel dibawa kabur secara utuh, sementara tujuh unit lainnya dibongkar dan sejumlah komponen pentingnya dicuri.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi, Kamis (24/9) malam hingga Jumat (25/9) dini hari. Pencurian baru diketahui para petani pada Jumat pagi ketika mereka mendatangi area persawahan untuk mengecek mesin pompa air.
Salah seorang korban, Farid Tribuana, (38), mengatakan para petani awalnya mendapati mesin diesel tidak dapat dihidupkan. Setelah diperiksa, sejumlah bagian mesin ternyata telah hilang.
“Delapan mesin diesel yang diletakkan di sawah semuanya dicuri. Dari delapan unit itu, satu mesin diesel Kubota dibawa secara utuh,” ujarnya, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, tujuh mesin lainnya yang menjadi sasaran memiliki merek Kubota, Dongfeng, dan Yanmar. Pelaku diduga membongkar bagian-bagian tertentu dari mesin untuk mengambil komponen yang dianggap bernilai.
Sejumlah bagian yang hilang di antaranya tutup samping, engkol, serta komponen roda gigi yang berada di dalam mesin.
“Mesin yang tujuh unit sudah dipreteli onderdil sampingnya, sedangkan satu unit mesin Kubota hilang dibawa kabur semua,” imbuhnya.
Seluruh mesin tersebut berada dalam satu jalur area persawahan yang menghubungkan Dusun Boro Cilik dengan Desa Mentoro. Akibat pencurian itu, mesin pompa air tidak dapat digunakan untuk mengairi sawah sehingga para petani terpaksa membawa pulang mesin masing-masing.
Farid menyebut kerugian untuk memperbaiki satu mesin yang onderdilnya dibongkar diperkirakan mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Sementara satu unit mesin diesel Kubota yang hilang secara utuh ditaksir bernilai sekitar Rp4,5 juta.
Kepala Desa Gedangan Edi Santoso membenarkan adanya pencurian tersebut. Menurutnya, tiga hingga empat korban merupakan warga Desa Gedangan, sedangkan korban lainnya berasal dari Desa Mentoro.
“Ada tiga sampai empat orang yang dari Gedangan, sementara sisanya dari Mentoro,” katanya.
Ia menambahkan, pencurian mesin diesel di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Beberapa tahun sebelumnya, kejadian serupa juga pernah dialami petani, tetapi kasus tersebut belum terungkap.
“Dulu pernah ada, sekarang kejadian lagi. Kasihan petani,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Sumobito AKP Tri Sula Hadi mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai pencurian komponen mesin diesel yang meresahkan petani.
“Informasi sudah kami terima, namun sampai belum ada laporan resmi ke Mapolsek Sumobito. Tim kami akan mengecek ke lapangan,” ujarnya.
Leave a Comment