Hukum & Kriminal

Ilegal, Aktivitas Alat Berat di Alas Gedangan Jombang Dihentikan Polisi

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Aktivitas alat berat ekskavator yang diduga digunakan untuk pembukaan jalan di kawasan hutan petak 24 Alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang, akhirnya dihentikan aparat kepolisian.

Petugas turun langsung ke lokasi usai menerima koordinasi dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang terkait dugaan aktivitas ilegal di kawasan hutan tersebut.

Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan adanya aktivitas ekskavator milik DI, warga Kecamatan Wonosalam, Jombang. Saat petugas mendatangi lokasi, alat berat tersebut sudah dalam kondisi berhenti beroperasi.

Pihak kepolisian langsung memberikan teguran keras kepada pemilik alat berat agar tidak kembali melakukan aktivitas di kawasan hutan tersebut. Polisi meminta ekskavator segera dikeluarkan dari lokasi.

“Iya, kami berikan teguran keras karena mengingat memang baru dimulai, baru akan dimulai diketahui oleh pihak Perhutani, dan pihak Perhutani berkoordinasi dengan Polsek Mojoagung untuk melakukan penindakan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Ia memastikan telah mengambil langkah tegas dengan meminta alat berat segera diangkut keluar agar aktivitas tidak kembali dilakukan.

“kami lakukan tindakan dengan mengevakuasi paksa alat berat (ekskavator) dengan cara diangkut agar tidak melaksanakan aktivitas kembali,” ungkapnya.

Aktivitas alat berat jenis ekskavator di Petak 24 kawasan hutan Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang, berlangsung sejak Senin (18/5/2026).

Administratur Perhutani KPH Jombang Jombang Enny Handhayany Yanto Saputro mengaku awalnya belum mengetahui adanya aktivitas ekskavator di kawasan hutan tersebut. Setelah berkoordinasi dengan jajaran di bawahnya, pihaknya memperoleh informasi bahwa penggunaan alat berat diklaim atas permintaan masyarakat penggarap lahan tebu di petak 24.

Meski demikian, pihak Perhutani memastikan tidak ada aktivitas penebangan kayu di kawasan tersebut. Jika pun dilakukan pembuatan jalan, pihaknya mengaku mengupayakan agar tidak menggunakan alat berat.

“Kalau untuk kayu, kami tidak punya tebangan di daerah tersebut. Jika pun ada, pembuatan jalan diupayakan tidak menggunakan ekskavator,” pungkasnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman