Foto : Polisi saat grebek rumah tempat budidaya ganja di Mojongapit, Jombang. (Istimewa)
JOMBANG, KabarJombang.com – Upaya peredaran ganja dengan nilai ekonomi fantastis berhasil digagalkan oleh Polres Jombang. Dari sebuah rumah kontrakan di Jalan Pakubuwono, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, polisi menyita ratusan tanaman ganja dan hasil panen kering dengan total nilai ditaksir mencapai Rp 600 juta.
Pengungkapan ini bermula dari penangkapan seorang pria berinisial Y di Kecamatan Diwek yang kedapatan membeli biji ganja. Dari hasil pengembangan, penyidik mengarah ke rumah kontrakan yang disewa oleh R (42), warga Surabaya, yang diduga menjadi lokasi utama budidaya ganja secara ilegal.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan 110 batang ganja yang ditanam secara intensif menggunakan metode indoor grow. Selain tanaman hidup, polisi juga mengamankan ganja kering seberat 5,3 kilogram yang siap diedarkan, serta sejumlah bibit yang belum ditimbang.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan bahwa jika seluruh ganja tersebut beredar di pasaran, nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah dan berpotensi menjangkau ribuan pengguna.
“Nilai ekonominya sangat besar. Ini menunjukkan bahwa peredaran ganja bukan hanya soal penyalahgunaan narkoba, tetapi juga bisnis ilegal dengan keuntungan tinggi,” ujarnya.
Pelaku diketahui melengkapi lokasi budidaya dengan berbagai peralatan modern seperti tenda khusus, pendingin ruangan, dan pengatur suhu. Polisi menduga terdapat lebih dari 15 jenis ganja yang dikembangkan, dengan bibit yang diduga diperoleh dari luar negeri melalui transaksi online.
Kasatnarkoba Polres Jombang Iptu Bowo Tri Kuncoro menambahkan, pengungkapan ini mencegah potensi kerugian sosial yang lebih luas akibat peredaran ganja di masyarakat.
“Satu kilogram ganja bisa dikonsumsi oleh ratusan orang. Dengan barang bukti yang kami amankan, ribuan warga bisa terselamatkan,” jelasnya.
Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan lain, termasuk jalur distribusi dan pemasaran ganja tersebut. Kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Jombang.
Leave a Comment