Heboh Penangkapan Terduga Jambret di Peterongan, Begini Kata Korban

penangkapan terduga jambret di peterongan
Terduga jambret saat digelandang ke Mapolsek Sumobito.
  • Whatsapp

SUMOBITO, KabarJombang.com – Warga dan pengguna jalan di sekitar viaduk (flay over) Peterongan heboh dengan seorang perempuan bersepeda motor yang terlihat gopoh dan meneriaki jambret pengendara di depannya, sekitar pukul 13.00 WIB, Minggu (6/9/2020) siang tadi.

Tanggap dengan apa yang terjadi, sejumlah warga pun membantu perempuan itu mengejar pria bersepeda motor Honda Spacy dengan Nopol S 3828 YT.

Baca Juga

Alhasil, pria itu tertangkap di Jl Romli Tamim, Dusun Kalangan, Desa Keplak Sari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Sayangnya, tas yang semula dikabarakan dikempit dengan pahanya itu, tidak didapati saat dia tertangkap.

Asmaul Husna (36) perempuan warga Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, yang mengaku dijambret mengatakan, sebelum dirinya sadar tasnya dijambret dia beserta dua anaknya sedang dalam perjalanan pulang dari rumah keluarganya menggunakan sepeda motor Supra Nopol S 26940 AE di Desa Sebani, Sumobito.

“Pas di jalan Desa Ngelele, ada sepeda motor lain yang mepet. Saya tidak tahu kalau dijambret. Anak saya yang bilang, ‘Ma, iku lo tase digowo wong’. Orang itu lurus saja ke arah fly over Peterongan,” jelas Asmaul Husna kepada KabarJombang, di Mapolsek Sumobito.

Seketika itu, lanjut dia, anaknya teriak. Asmaul mengikuti penjambret sampai ke perempatan fly over peterongan.

“Itu terus saya ikuti dari Desa Ngelele sampai ke fly over. Pas sampai perempatan flay over, jambret itu saya salip terus saya potong jalannya. Awalnya saya masih belum yakin kalau jambret, tapi pas saya salip itu saya lihat tas saya dijepit di pahanya erat-erat. Tahu itu saya teriaki jambret, terus orangnya kabur,” katanya.

Penuturan Asmaul Husna, setelah tertangkap warga, pria itu dan dia selaku korban dibawa ke Mapolsek Peterongan. Tapi kemudian dialihkan ke Mapolsek Sumobito karena tenpat kejadian perkaranya ada di wilayah sana.

Menurut dia, pria itu sempat dibawa oleh polisi ke untuk mencari tasnya yang sebelumnya dia kempit itu. Tas itu berisi dua telepon genggam, surat-surat sepeda motor, Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta dompet isi uang Rp 200 ribu.

Hingga berita ini ditulis, identitas pria yang ditangkap warga atas dugaan penjambretan itu masih belum diketahui. Polisi masih melakukan pemeriksaan dan belum memberikan keterangan resmi.

 

 

INSTAGRAM

[iscwp-slider username="kabarjombangdotcom" dots="false" limit="5" popup="true" popup_gallery="false" show_likes_count="false" instagram_link_text="Ikuti Instagram"]

Berita Terkait