Harga POC Mahal, Petani Plandaan Minta Pemberdayaan Poktan

Sukamad, ketika menuangkan POC hasil buatannya (Foto : Daniel).
  • Whatsapp

PLANDAAN, KabarJombang.com – Dibelinya POC merk Eco Fresh seharga Rp 93,4 ribu per liter memantik reaksi petani di Kecamatan Plandaan, Jombang. Mereka mengusulkan pihak Dinas Pertanian Jombang, memberdayakan kelompok tani (Poktan).

Hal itu disampaikan Sukamad, petani asal Dusun Sembung, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan.

Baca Juga

Sukamad, menilai pengadaan  pupuk organic cair (POC) sebesar Rp 4,6 miliar dinilai kurang efektif serta begitu mahal. Pihaknya menyarankan pemberdayaan melalui kelompok tani lebih efektif baik dari segi biaya dan juga segi jumlah yang didapatkan.

“Lebih baik dialihkan ke kelompok tani, sekarang juga ada Bumdes. Bisa kerjasama juga, apalagi per daerah sekarang Bumdes mulai aktif. Pembuatan pupuk dan Rubuha lebih bagus jika ditangani sendiri, lebih murah dan lebih memberdayakan pemuda. Kalau melalui kontraktor kan yang diuntungkan kontraktor,”ungkapnya pada KabarJombang.com, Rabu, (9/12/2020).

Sejak tahun 2013, Sukamad telah memproduksi POC secara mandiri untuk kebutuhan sawahnya. Dijelaskan, jika pembuatan POC tidak  mengeluarkan banyak uang ditambah bahan yang digunakan mudah didapatkan.

Hanya saja, ketika membuat POC diperlukan wadah besar (drum) untuk menampung fermentasi. Sedangkan bahan – bahan untuk pembuatan POC antara lain kotoran hewan yang masih dalam perut (rumen), kencing sapi atau kambing, tetes, ragi dan air batang pisang.

“Dengan bahan yang mudah didapat, saya rasa pemberdayaan petani melalui poktan lebih efektif dan efisien. Cuma membelikan wadah fermentasi sudah cukup, dan itu bisa digunakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Pembuatan POC secara mandiri, Sukamad bisa menghasilkan 20 hingga 40 liter. 20 liter POC hanya membutuhkan tetes sebanyak 2 liter dengan harga Rp 20 ribu. Dibutuhkan pula ragi Rp 7 ribu, pengeluaran untuk pembuatan POC dikatakanya senilai Rp 50 ribu untuk 20 liter POC.

Dijelaskan,  pembuatan POC itu diperlukan waktu sekitar tiga minggu untuk masa fermentasi. Hasil POC yang dibuatnya itu bisa digunakan untuk tiga kali musim tanam ataupun dalam jangka satu tahun.

Pihaknya juga menilai rencana bantuan POC oleh Dinas Pertanian untuk satu hektar mendapatkan lima liter POC baginya sangat kurang. Setidaknya dalam satu hektar tanah POC yang diberikan adalah sekitar tujuh liter.

“Per bata 100 itu setidaknya membutuhkan 2 liter, POC, kalau sawah di desa ini diberikan 5 liter saya rasa kurang, karena tanah disini kering. Jadi kalau nggak pakai pupuk organik dan pupuk kimia nggak ada hasil,” tambahnya.

Sukamad menilai untuk pemerataan POC satu hektar lima liter kurang pas jika diterapkan di semua daerah. Pasalnya kriteria tanah masing-masing daerah berbeda.

 

 

 

 

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait