Harga Ikan Gurame Anjlok, Peternak di Ngoro Mengeluh

Panen ikan gurame di Banyuaruang, Ngoro. (Ft: Daniel).
  • Whatsapp

NGORO, KabarJombang.com – Karena masih dalam pandemi Covid-19, harga ikan gurame anjlok. Akibatnya, peternak gurame di Dusun Kuncung, Desa Banyuaruang, Kecamatan Ngoro, Jombang, mengeluh.

Saat ini peternak ikan gurame di Dusun Kuncung, memasuki musim panen raya.

Baca Juga

Menurut Toni (30) seorang peternak ikan gurame mengatakan,  kondisi harga gurame cukup memprihatikan. Pasalnya selama adanya pandemi Covid-19, permintaan kurang dan harganya mengalami penurunan.

“Kata tengkulaknya ini permintaan di depot-depot yang dipasok saat ini turun.  Karena pandemi Covid-19, serta adanya PSBB, akhirnya menjadi tidak optimal,” ungkapnya.

Akibat sepinya permintaan pada sektor rumah makan, membuat harga ikan gurame di tingkat petani anjlok. Harga ikan gurame saat ini berkisar Rp 24 ribu per kilogramnya. Sedangkan pada musim sebelum corona berkisar Rp 30 ribu per kilogram.

“Penurunan harga ikan gurame ini terjadi sejak April lalu,  hingga saat ini. Bulan lalu seharga Rp 25 ribu, saat ini turun lagi,”imbuhnya.

Penurunan harga ikan gurame kali ini menurut Toni, paling murah, dibandingkan pada bulan sebelumnya. Pihaknya mengeluhkan biaya operasional tak sebanding dengan harga jualnya.

Dikatakan harga panen yang Rp 24 ribu perkilogramnya, cukup memprihatikan. Karena biaya operasional seperti listrik, pakan, perawatan dan pekerja kan tetap. Tapi harga beli dari tengkulak turun.

Petani ikan gurame ini berharap pandemi covid segera berakhir dan perekonomian kembali normal.

” Ya semoga saja ini pandemi covid segera berakhir, biar perekonomian jalan, depot atau rumah makan juga beroperasi kembali,” pungkasnya.

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait