Event Lomba Batal Akibat Pandemi, Ini Kata Atlet Master Lari Asal Watugaluh Diwek

Heri menunjukkan fotonya saat mengikuti salah satu event lari master tingkat nasional dan beberapa penghargaan yang diraih. (Foto: Diana Kusuma Negara)
  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com – Banyak kegiatan dibatalkan pada masa pandemi Covid-19 sejak beberapa bulan terakhir, termasuk event-event olahraga. Hal itu berdampak bagi kelangsungan profesional olahragawan, ofisial dan pihak-pihak terkait.

Dari catatan pelari master nasional, Heri Poriono, terhitung sejak April hingga Juli tahun 2020 ini ada 11 event lomba lari tingkat nansional yang dibatalkan akibat pendemi virus Corona.

Baca Juga

“Setelah saya hitung-hitung ada sekitar sebelas event yang terpaksa batal dilaksanakan karena covid-19. Misalnya di Bogor, Jakarta, dan beberapa kota lain di Indonesia,” ungkap pria 49 tahun itu kepada KabarJombang, Kamis (30/07/2020)

Menurutnya, bahkan ada beberapa event yang dia sudah mendaftarkan diri, sudah booking akomodasi, dan persiapan lain, kemudian dibatalkan.

Selaku atlet mandiri, event-event lomba merupakan momentum penting bagi warga Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang itu. Sebagai atlet profesional, event lomba lari tingkat nasional adalah peluang rezeki bagi Heri Poriono.

“Lari itu pekerjaan saya dari tahun 86-an sampai sekarang. Dari lari saya mencukupi kebutuhan hidup sampai bisa membangun rumah. Namun sekarang belum dilanjutkan lagi, karena event-event batal terselenggara,” ungkapnya.

Dari ketekunannya menjadi pelari profesional, Heri Poriono mengaku sudah banyak penghargaan yang telah di raihnya. Dikatakan Heri, dalam event perlombaan lari master jika menjadi juara akan mendapatkan hadiah uang tunai dalam jumlah tertentu.

“Untuk besaran hadiahnya berbeda masing-masing event mulai dari 500 ribu rupiah sampai 10 juta rupiah, pada umumnya. Tapi ada juga event besar pernah saya sampai mendapat hadiah uang tunai 35 sampai 55 juta rupiah,” tuturnya.

Untuk bertahan di tengah pandemi ini, dia menegaskan, sebagai pelari mandiri yang fokus pada event lari master, dia harus mampu memotivasi dirinya sendiri. Dia tetap kerja keras dengan melakukan latihan yang tepat dan rutin. Harapannya, kelak saat event lomba lari diizinkan, dia tidak pulang dengan tangan hampa.

“Motivasi diri sendiri itu penting, harus digenjot terus. Latihan sesuai treatment-treatment yang sesuai juga harus rutin dilakukan,” jelasnya.

Lebih jauh Heri berbagi kisah. Suka duka menjalani profesi tentunya juga dia rasakan sebagi pelari profesional.

“Sukanya kita bangga bisa naik podium dan pulang tidak dengan tangan hampa. Dukanya terkadang hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi,. Sudah mengeluarkan uang pendaftaran dan lain-lain, tapi tidak ada hasil yang dibawa pulang. Juga termasuk Covid, ini salah satu dukanya,” ungkap Heri.

Heri berharap pandemi segera berakhir dan mulai diselenggaranya event agar bisa mengikuti lomba lari lagi dan tetap bisa berkarya.

“Semoga pandemi berakhir dan event yang dibatalkan segera terlaksana. Tidak perlu tenar yang penting rezeki lancar,” pungkas Heri dengan wajah bersemangat. (CW-3)

 

INSTAGRAM

Berita Terkait