Foto: Salah satu gedung KDMP Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, yang berdasarkan pantauan KabarJombang pada Selasa (19/5/2026), terlihat masih tutup. (Redaksi/KabarJombang.com)
JOMBANG, KabarJombang.com — Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang baru saja diresmikan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026), ternyata belum sepenuhnya siap dijalankan di Kabupaten Jombang. Di balik seremoni peluncuran yang digelar secara serentak, sejumlah koperasi di lapangan diketahui masih belum beroperasi dan bahkan belum membuka layanan bagi masyarakat.
Kondisi tersebut terjadi lantaran pengelola koperasi masih menunggu petunjuk teknis (juknis) serta pembekalan operasional sebelum layanan dapat dijalankan secara penuh.
Salah satu koperasi yang belum beroperasi maksimal berada di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang. Pemerintah desa menyebut kendala utama berasal dari belum adanya petunjuk teknis serta pembekalan dari pihak pendamping program.
Kepala Desa Sambongdukuh, Khairur Roziqin, mengatakan sebagian kebutuhan pokok sebenarnya telah tersedia di koperasi. Namun, beberapa komoditas penting masih belum tersedia secara lengkap.
“Sebagian kebutuhan pokok sudah ada, tetapi untuk elpiji sampai sekarang masih belum tersedia,” ujar Roziqin, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, koperasi sementara belum dibuka karena pegawai masih menunggu pelatihan teknis. Selain itu, sistem penentuan harga jual barang juga disebut belum memiliki pedoman resmi.
Menurutnya, para karyawan hingga kini belum memperoleh bimbingan teknis terkait mekanisme operasional koperasi, termasuk tata kelola layanan sehari-hari.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Tunggorono. Koperasi Merah Putih di desa tersebut hingga kini juga belum dibuka untuk masyarakat meski telah mengikuti agenda peluncuran nasional beberapa waktu lalu.
Kepala Desa Tunggorono, Didik Dwi Mulyawan, mengungkapkan pihak pengelola masih menunggu kejelasan sistem operasional karena petunjuk pelaksanaan secara rinci belum diterima.
“Memang sudah diresmikan, tetapi sampai saat ini belum mulai beroperasi,” kata Didik.
Ia menambahkan, belum adanya aturan teknis membuat pegawai koperasi masih belum memahami pola kerja yang harus diterapkan. Selain itu, skema penggajian pegawai juga disebut masih belum memiliki kejelasan.
Didik berharap pemerintah pusat segera menerbitkan juknis serta pola operasional yang jelas agar koperasi desa dapat segera berjalan dan dimanfaatkan masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah pusat meluncurkan secara serentak 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah di Indonesia. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dari Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Di Kabupaten Jombang, peluncuran program dipusatkan di KDMP Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang. Bupati Jombang Warsubi mengikuti agenda tersebut secara virtual bersama jajaran Forkopimda dan kepala OPD setempat.
Pada tahap awal, sebanyak 80 koperasi di Jombang ikut diresmikan, sementara ratusan unit lainnya masih dalam tahap pembangunan dan penyelesaian.
Pemerintah daerah berharap keberadaan KDMP nantinya dapat menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat perekonomian desa.
Leave a Comment